11 March 2020, 23:52 WIB

Membidik Berkah di Tengah Musibah


Andhika prasetyo | Humaniora

KETUA Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani melihat ada dampak negatif dan positif yang didapat Indonesia dari mewabahnya covid-19 alias korona di Tiongkok yang akhirnya meluas ke berbagai negara lain.

Negatifnya, pertumbuhan ekonomi nasional akan bergerak negatif karena banyak kegiatan industri tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Paranoia yang berlebihan juga mengakibatkan terkoreksinya pasar keuangan dalam negeri.

Dari sisi positif, ia melihat ada potensi masuknya investasi yang lebih besar ke Tanah Air.

Rosan mengungkapkan, dengan munculnya korona yang terpusat di Tiongkok, investor global pasti akan mengevaluasi keberadaan pabrik-pabrik mereka di negara tersebut.

Jika bencana berlangsung dalam waktu lama atau terulang kembali di masa mendatang di negara yang sama, mereka akan tertimpa kerugian yang sangat besar.

"Sekarang banyak pelaku usaha dunia yang berpikir untuk tidak menempatkan semua investasi di dalam satu keranjang yang sama yakni Tiongkok," ujar Rosan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3).

Saat ini, secercah harapan sudah terlihat. Sebanyak seperempat dari 527 perusahaan asal Jerman memutuskan untuk membatalkan investasi di Negeri Tirai Bambu.

Mereka kini mengincar negara-negara lain di Asia, termasuk Indonesia, untuk dijadikan basis pengembangan usaha.

"Momentum ini harus bisa kita manfaatkan. Dunia usaha harus proaktif walaupun masih banyak orang khawatir. Dunia usaha dan bisnis harus tetap jalan," tutur dia.

Rosan mengatakan kesempatan seperti itu adalah kesempatan langka yang tidak datang setiap hari. Maka dari itu, kesiapan pemerintah dan dunia usaha di Indonesia harus benar-benar matang.

"Pemerinatah bisa memberi insentif bagi investor-invsstor baru yang berbelok dari Tiongkok. Industri nasional juga harus kembali didorong agar segera pulih dari dampak korona. Berikan stimulus terutama bagi sektor yang sangat terdampak seperti perhotelan, restoran dan penerbangan," papar Rosan. (OL-8)

BERITA TERKAIT