12 March 2020, 07:15 WIB

Yakin dengan Masa Depan Pertanian Organik


(Bus/M-4) | Humaniora

PADA 2016, Maya Stolastika mendirikan sebuah kelompok tani yang ia beri nama Kelompok Tani Madani, bersama dengan lima orang ibu dari Desa Claket. Mereka rutin menyuplai sayur organik di Twelve Organic, produk pertanian milik Maya dkk.

Pada tahun berikutnya, Maya mendirikan lagi dua kelompok tani lain, yaitu Kelompok Tani Swadaya dan Kelompok Tani Mia Tani.

Kini telah ada 20 orang ibu yang rutin menyuplai sayur organik kepada Maya. Mereka umumnya menanam sayur-sayur itu di pekarangan rumah masing-masing.

"Para ibu ini kami wajibkan untuk menggarap 500 meter persegi lahan tidur yang ada sekitar rumahnya, mereka wajib menanam lima jenis sayuran yang seluruh bibitnya akan kami sediakan," ujarnya.

Menurut Maya, prospek pertanian organik di Indonesia tiap tahunnya meningkat. Kini banyak warga yang memiliki kesadaran memilah makanan apa yang mesti dikonsumsi setiap harinya. Hal inilah yang membuat perempuan berdarah Flores berusia 35 tahun itu optimistis dengan apa yang ia rintis selama 13 tahun ini.

"Kini masyarakat Indonesia telah banyak yang menerapkan pola hidup sehat, termasuk dalam memilih makanan yang mereka konsumsi. Ini bisa disebut sebagai momentum bagi pertanian organik," terang Maya.

Menjaga mutu kualitas ialah prinsip pertama yang berusaha Maya jaga dari produk-produk sayuran organik yang ia jual via Twelve Organic. Selain itu, melalui brand yang ia dirikan pada 2012, Maya juga berkomitmen untuk meng-highlight produk-produk lokal yang jarang ditemui di pasaran.

"Kami menawarkan produk yang ready to use dengan kualitas kesegaran yang terjamin, waktu panen dua kali dalam sepekan. Selain itu, kami juga berusaha untuk melakukan upgrade local product. Beberapa produk lokal kami utamakan untuk ditanam, salah satunya adalah raspberry. Indonesia itu punya tanaman raspberry khas dan itu yang kami tanam, komoditas-komoditas lokal seperti itu yang berusaha kami berdayakan," ungkapnya.

Melalui bisnis pertanian organik ini, Maya ingin menyebarkan semangat kebaikan kepada semua orang. Ia tak pelit untuk berbagi ilmu. Atas konsistensinya yang tak kenal lelah memperjuangkan pertanian organik di sebuah desa kecil di pelosok Jawa Timur, Maya pun akhirnya terpilih sebagai penerima apresiasi SATU Indonesia Award 2019 untuk bidang lingkungan yang diselenggarakan PT Astra International. (Bus/M-4)

Maya Stolastika Boleng

Flores, 11 Juni 1985

Pekerjaan

Petani organik

Penyuluh pertanian organik

Penggagas Twelve Organic

Pendidikan

S-1 Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya

Prestasi

Finalis Duta Petani Muda 2016

Ketua Aliansi Organik Indonesia (AOI) Periode 2017-2020

Penerima Apresiasi SATU Indonesia Award 2019

BERITA TERKAIT