12 March 2020, 05:50 WIB

2022, Toyota Produksi Kendaraan Elektrik


(Gan/S-1) | Otomotif

TOYOTA Indonesia berencana akan memulai produksi model kendaraan elektrik hibrida (hybrid electric vehicle/HEV) pada 2022. Kendaraan model HEV produksi lokal tersebut akan ditujukan bukan hanya untuk pasar domestik, melainkan juga untuk pasar ekspor.

Siaran pers PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang diterima Kamis (5/3), menyebutkan hal tersebut merupakan upaya PT Toyota-Astra Motor (TAM)--distributor kendaraan merek Toyota--dan TMMIN--pabrikan Toyota--untuk menambah pilihan kendaraan elektrifikasi. Tambahan tersebut dicontohkan antara lain kendaraan elektrik baterai (battery electric vehicle/BEV) dan kendaraan elektrik hibrida colok (plug-in hybrid vehicle/PHEV).

Pada saat yang sama, Toyota juga melakukan upaya untuk mempersiapkan pasar dengan meningkatkan kesadartahuan publik tentang kendaraan elektrifikasi. Hal itu dinilai merupakan bagian dari komitmen dan kontribusi Toyota dalam mendukung upaya pemerintah untuk mempercepat implementasi teknologi elektrifikasi di Indonesia.

Disebutkan, Toyota Indonesia berkomitmen untuk mengambil bagian dalam upaya menyebarluaskan kendaraan elektrifikasi, seperti BEV, PHEV, dan HEV. Termasuk rantai suplai dari komponen-komponen utama kendaraan elektrifikasi yang sesuai dengan kondisi di Indonesia dengan mempertimbangkan keunggulan dan tantangan dari tiap-tiap teknologi.

Sebelumnya, Toyota mendukung aktivitas riset dan studi komprehensif kendaraan elektrifikasi bersama dengan enam universitas di Indonesia. Studi ini diprakarsai Kementerian Perindustrian Republik Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Dalam aktivitas tersebut, Toyota menyediakan alat riset berupa 18 unit mobil (6 Prius HEV, 6 Prius PHEV, dan 6 Corolla mesin bakar internal), data loggers, peralatan pengisian daya, dan asistensi teknikal. Indonesia merupakan salah satu basis produksi dan ekspor kendaraan serta komponen Toyota yang penting di Asia Pasifik.

Toyota dan perusahaan-perusahaan grup Toyota di Indonesia memproduksi kendaraan dengan kandungan lokal tinggi di level 75%-95% serta melakukan ekspor produk-produk otomotif berupa kendaraan utuh (completely built-up/CBU), kendaraan terurai (completely knock down/CKD), mesin bensin dan etanol, komponen, serta alat bantu produksi. Kendaraan utuh ataupun terurai itu juga diekspor ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, Pasifik, dan Timur Tegah.

Produksi lokal dan ekspor tersebut berkontribusi pada neraca perdagangan yang positif serta mendukung perkembangan industri dan ekonomi. (Gan/S-1)

BERITA TERKAIT