11 March 2020, 22:24 WIB

Kapolri Ancam Copot Anggotanya yang Terima Suap dalam Perekrutan


Antara | Politik dan Hukum

KEPALA Kepolisian RI Jenderal Idham Azis menegaskan siap mencopot panitia-panitia yang menerima suap pada saat penerimaan anggota Polri, baik di tingkat tamtama, bintara, perwira sumber sarjana maupun pada saat penerimaan di Akademi Kepolisian (Akpol).

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) SDM Polri Tahun Anggaran 2020, di Pusdikmin Lemdiklat Polri di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/3).

"Saya minta supaya dari eksternal dan internal bekerja sama-sama untuk betul-betul menunjukkan transparan. Saya ingin rekrutmen Polri nantinya berjalan dengan penuh kejujuran," kata Idham

Menurut Idham, penerimaan anggota Polri harus mengedepankan prinsip "Betah", yakni bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Jadi nantinya anggota di lingkup eksternal maupun internal Polri mesti bekerja sama dan menunjukkan sikap transparan dalam proses rekrutmen.

Baca juga : Gerak Cepat Polri Evakuasi Warga Dari Ancaman KKB

Idham juga mengingatkan agar tidak ada transaksi 'bayar-bayar' dalam proses rekrutmen untuk membangun kualitas sumber daya yang unggul. Dia menegaskan, bakal mencopot panitia yang diketahui melakukan transaksi 'bayar-bayar'.

"Harapannya kepada rekan-rekan tidak muncul lagi suara-suara sumbang mengenai rekrutmen dan mutasi adapun kadang sebuah kebijakan yang diambil sedikit revolusioner untuk kepentingan organisasi," kata dia.

Idham berharap dengan penerimaan yang memprioritaskan prinsip 'Betah' ini, citra Polri akan semakin baik, terutama karena proses perekrutan pun dijalankan dengan sebaik mungkin dan bisa menghasilkan anggota-anggota terbaik Polri. (Ant/OL-7)

BERITA TERKAIT