12 March 2020, 01:30 WIB

Pasar Saham Bergerak Seperti Roller Coaster


MI | Internasional

SENTIMEN pelaku pasar tiba-tiba kembali memburuk lagi setelah Amerika Serikat (AS) melaporkan lonjakan kasus virus korona melewati 1.000 orang. Total jumlah kasus virus korona di AS kini menjadi 1.037, dengan 28 korban meninggal dunia.

Kontrak pada indeks S&P 500 turun lebih dari 1,5% setelah Presiden AS Donald Trump batal memberikan rincian langkah stimulus ekonomi utama untuk memerangi dampak dari virus korona (covid-19).

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau melemah 0,77% atau 4,84 poin ke level 619,99 pada pukul 15.15 WIB. Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 ditutup melemah 1,53% dan 2,27%.

Di Tiongkok, indeks Shanghai Composite melemah 0,94% di akhir perdagangan, sedangkan indeks CSI 300 ditutup turun 1,33%. Adapun Hang Seng ditutup melemah 0,63%.

Selain penyebaran wabah itu sendiri, yang paling ditakutkan pelaku pasar ialah pelambatan ekonomi global akibat penurunan aktivitas ekonomi. Para pemangku kebijakan sudah mulai bertindak, pemerintah negara-negara yang terdampak menggelontorkan stimulus fiskal, sedangkan bank sentralnya melonggarkan kebijakan moneter guna meminimalisasi dampak virus korona ke ekonomi.

Bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) mengumumkan pemangkasan suku bunga darurat sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 0,25%. "Pada rapat khusus yang berakhir 10 Maret 2020, Komite Kebijakan Moneter (MPC) secara bulat memutuskan memangkas suku bunga sebesar 50 bps menjadi 0,25%" kata BoE, kemarin.

Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) juga memangkas suku bunga darurat. The Fed memangkas suku bunga acuannya atau Federal Funds Rate (FFR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 1%-1,25%. Pemangkasan mendadak sebesar itu menjadi yang pertama sejak Desember 2008.

Deputi Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Guy Debelle akan mempertimbangkan kebijakan tidak konvensional jika suku bunga dipotong seperempat poin lebih. RBA telah memangkas suku bunga sebesar 100 basis poin sejak bulan Juni lalu ke rekor terendah 0,5%. Pasar keuangan menetapkan pemotongan lain hingga 0,25% setelah bulan depan.(CNBC/I-1)

BERITA TERKAIT