11 March 2020, 23:45 WIB

Remaja Pembunuh Anak Ditahan di LPKA


(Tri/J-2) | Megapolitan

POLRES Metro Jakarta Pusat menetapkan NF, 15, remaja yang membunuh balita AP, 5, menjadi tersangka. Berhubung tersangka masih di bawah umur, NF dititipkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto membenarkan pihaknya sudah menetapkan NF sebagai tersangka. "Iya, NF sudah tersangka," ujar Heru saat dimintai konfirmasi, kemarin.

Pihak kepolisian semula menyematkan status saksi terhadap NF, meskipun remaja tersebut sudah menyerahkan diri dan mengaku telah melakukan pembunuhan.

Sampai saat ini, NF masih menjalani observasi dengan mengikuti serangkaian tes kejiwaan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Proses observasi dimulai Senin (9/3) dalam kurun waktu 14 hari kerja.

Meski hasil tes belum me-nyimpulkan tersangka normal atau terganggu jiwanya, Polres Jakpus sudah menaikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, penetapan tersangka sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Asas praduga tak bersalah, asas anak sebagai korban, didampingi orangtua atau pengacara, Bapas (Balai Pemasyarakatan) juga, tahanannya beda dengan orang dewasa. Dia akan dipisahkan," ujarnya.

NF membunuh teman mainnya, AP, di kediamannya, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 5 Maret 2020. Dia pun mengakui perbuatannya pada keesokan hari. NF terobsesi setelah menonton film Chuckhy, boneka pembunuh yang populer pada 1988.

Saking terobsesinya, pembunuhan bocah 5 tahun itu dibuat mirip adegan-adegan di film yang NF tonton. Dia menenggelamkan korban di bak air, mencekik, lalu jasad korban disimpan dalam lemari. NF mengaku puas melakukan aksinya. (Tri/J-2)

BERITA TERKAIT