11 March 2020, 23:00 WIB

Commitment Fee Formula E Tetap Utuh


(Put/Ins/J-2) | Megapolitan

MENCEGAH meluasnya serangan virus korona dari luar negeri, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan kepada Organizing Committee (OC) Formula E Jakarta untuk menunda penyelenggaraan Jakarta E-Prix.

Langkah itu merupakan inisiatif sekaligus respons terhadap masukan dari para pemangku kepentingan guna memastikan keselamatan bersama sebagai prioritas. "Penundaan ini sebagai upaya preventif terhadap perkembangan covid-19 yang telah melanda dunia dengan pertimbangan mengutamakan keselamatan masyarakat di Indonesia, khususnya di Ibu Kota," ujar Chairman OC Jakarta E-Prix Dwi Wahyu Daryoto, kemarin.

Dwi yang juga Dirut PT Jakarta Propertindo menyampaikan Formula E Operations (FEO) selaku promotor dan pemegang lisensi ABB FIA Formula E Championship telah menyetujui dan menghargai keputusan penundaan.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjutak sepakat ditunda, namun dia meminta Anies Baswedan menjelaskan duduk soal pembayaran biaya penyelenggaraan sebesar 20 juta pound sterling atau sekitar Rp372 miliar kepada pemegang lisensi.

Anggaran untuk Formula E, sebutnya, sudah terkuras banyak. "KPK harus meneliti bagaimana Formula E bisa dianggarkan dalam APBD perubahan. Secara peraturan, APBD perubahan hanya untuk penyesuaian pencapaian APBD atau hal darurat mendesak. Formula E tidak memenuhi syarat," pungkas Gilbert.

Formula E dijadwalkan digelar pada 6 Juni atau dua pekan setelah Hari Raya Idul Fitri. Meski ditunda, Anies memastikan tidak ada denda pinalti atau kerugian dari segi keuangan. "Commitment fee yang sudah dibayarkan sejak Desember 2019 sebesar 20 juta pound sterling tidak dinyatakan hangus," jawab Gubernur DKI Anies Baswedan.

Utamakan keselamatan

Lebih jauh ia menguraikan penundaan dilakukan karena Formula E berpotensi didatangi turis mancanegara dari berbagai negara, termasuk negara yang terjangkit virus korona. Anies tidak ingin mengambil risiko penularan virus korona dari turs-turis tersebut pada warga Jakarta.

"Kita pikirkan keselamatan warga dulu. Sebelumnya kita pikirkan 3P yakni planet, pro-fit, dan people. Sekarang kita balik people, planet, dan profit urutan terakhir," tukasnya.

Sekalipun commitment fee tetap utuh, Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo meminta Anies Baswedan mencoret anggaran Formula E pada APBD 2020.

Menurutnya, penghapusan anggaran tersebut mendesak mengingat adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat penyebaran virus korona. "Kami sedang melakukan kajian dampak virus korona terhadap realisasi pendapatan APBD 2020. Perkiraan sementara, APBD bisa defisit Rp12 triliun-Rp14 triliun," tukas Anggara. (Put/Ins/J-2)

BERITA TERKAIT