11 March 2020, 21:18 WIB

Anies Klarifikasi Viral KRL Bogor-Jakarta Tularkan Virus Korona


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan moda transportasi bukan satu-satunya sektor yang berisiko tinggi dalam penularan virus korona atau Covid-19.

Hal itu disampaikannya ketika menanggapi viralnya foto paparan rapat pemetaan tempat-tempat yang berisiko tinggi penularan korona di antaranya di KRL rute Bogor-Jakarta Kota. Paparan tersebut diketahui dilakukan dalam rapat tertutup terkait virus korona yang digelar Pemprov DKI melibatkan PT KCI dan PT KAI pagi ini di Balai Kota.

Baca juga: KRL Transportasi Publik Berisiko Penularan Korona

"Begini, kita membahas begitu banyak. Ada lebih dari 20 slide tadi. Intinya adalah kenapa tadi dikumpulkan seluruh jajaran, baik kepala OPD maupun pimpinan BUMD, untuk menyampaikan semua potensi risiko sehingga jajaran bisa mengambil langkah-langkah mitigasi. Jadi yang disampaikan itu bukan bahwa saat ini ada kasus, bukan, tapi bahwa saat ini kita punya potensi risiko-risiko, salah satunya adalah transportasi, tapi juga yang aspek-aspek lain," ungkapnya, Rabu (11/3).

Tujuan dilakukannya paparan itu adalah untuk internal Pemprov DKI dan semua pihak yang hadir. "Supaya bisa bersiap dan bisa melakukan langkah-langkah mitigasi. Jadi itu sebetulnya," tegasnya.

Baca juga: DKI Petakan Resiko Infeksi Korona di Transportasi Publik

Menurut Mantan Pendidikan dan Kebudayaan itu, data yang dikumpulkan itu berdasarkan penyelidikan epidemiologi seperti interaksi dan aktivitas dari para positif virus korona yang sebelumnya dilakukan oleh Dinas Kesehatan DKI.

"Kita kan memiliki data sebaran orang-orang dalam pemantauan, data pasien dalam pengawasan, dari situ kemudian dibentuk petanya, ada. Dan tadi juga dipaparkan juga petanya. Tapi kan itu untuk kebutuhan internal supaya kita bisa melakukan langkah-langkah mitigasi," kata Anies.

Langkah-langlah ini menurutnya salah satu hal yang harus disiapkan oleh Dinas Perhubungan agar bisa langsung berkomunikasi dengan pihak terkait.

Baca juga:Total 4 Pasien di Indonesia sudah Sembuh dari Korona

"Jadi Dinas Perhubungan langsung komunikasi tadi dengan jajaran di seluruh operator," ungkapnya. (Put/A-3)

BERITA TERKAIT