11 March 2020, 20:51 WIB

Transaksi Uang Palsu di Pasar Tradisional Tinggi


Kristiadi | Nusantara

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Barat mendorong pedagang pasar tradisional untuk melakukan transaksi nontunai selama berjualan. Pasalnya, kemajuan teknologi saat ini cukup tinggi termasuk penyebaran uang palsu beredar semakin identik dengan uang asli.

Plt Penyelia Perkasan Kantor Perwakilan BI Jawa Barat Tri Septiadi mengatakan, selama ini telah berupaya mendorong para pedagang pasar tradisional untuk melakukan transaksi nontunai saat berjualan terutamanya untuk meminimalisasi peredaran uang palsu supaya mereka tidak dirugikan.

"Pedagang bisa menggunakan jasa keuangan apapun untuk bisa melakukan transaksi nontunai, dan bisa menerima pembayaran melalui jasa keuangan manapun. Namun, pedagang juga tinggal menyiapkan atau memperlihatkan QRcode untuk media pembayaran pembeli," katanya, Rabu (11/3/2020) di Pasar Ciawitali, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Baca Juga: BI-Polri Musnahkan Puluhan Ribu Lembar Uang Palsu

Tri mengatakan, Bank Indonesia saat ini sudah menstandarkan kode QR standar pembayaran nasional menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Pedagang yang punya nomor rekening juga bisa memintanya QRcode ke pihak bank dan menjadi media pembayaran para pembeli agar nantinya juga terintegrasi.

"Untuk transaksi tunai akan tetap terjadi dan para pedagang juga harus semakin teliti saat menerima uang, karena ancaman uang palsu akan terus terjadi mengingat semakin identik antara uang asli dengan uang palsu. Namun, untuk memastikan tetap akan ada perbedaan meski sedikit," ujarnya.

Baca Juga: Jajan Pakai Uang Palsu, Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Menurutnya, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada para pedagang tradisional tapi sekarang ini memang idealnya pedagang yang bertransaksi nontunai. Karena mereka selain bisa meminimalisasi transaksi dengan menggunakan uang palsu, tetapi mereka bisa lebih aman karena uangnya langsung masuk akun atau rekening.

"Sesuatu yang tidak diinginkan sekarang yakni kejahatan atau ancaman, tapi Bank Indonesia akan terus melakukan sosialisasi kepada para pedagang tradisional agar mereka juga bisa menggunakan kode QR standar pembayaran nasional menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)," paparnya. (AD/OL-10)

 

BERITA TERKAIT