11 March 2020, 20:31 WIB

Pemerintah Klaim Miliki SOP Penanganan Jenazah Korban Korona


Andhika prasetyo | Humaniora

JURU bicara pemerintah terkait penanganan korona Achmad Yurianto mengungkapkan pemerintah memiliki standar operasional prosedur (SOP) untuk menangani pasien yang meninggal karena virus korona.

Pemulasaraan atau kegiatan yang meliputi perawatan jenazah seperti memandikan dan mengafani tetap harus dilakukan secara hati-hati karena masih terdapat potensi virus bisa menulari petugas pengurus jenazah

"Bagaimana pun, petugas kita jangan sampai ketularan," ujar Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3).

Sedianya, pemulasaraan khusus tidak hanya dilakukan untuk jenazah akibat covid-19 tetapi juga seluruh penyakit menular lainnya.

"Ada SOP-nya. Bukan hanya untuk covid-19 saja tetapi juga HIV AIDS, hepatitis, itu ada SOP pemulasaran jenazah," tutur dia.

Namun, Yuri enggan menjelaskan secara rinci bagaimana cara penanganan jenazah tersebut.

"Kalau kamu nanti jadi pengantar jenazah, baru saya kasih tahu," ucap dia.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan kematian pertama akibat virus korona di Indonesia.

Korban meninggal itu diidentifikasi sebagai pasien nomor 25, seorang warga negara asing, perempuan berusia 53 tahun.

"Tadi malam, pukul 02.00 WIB, pasien momor 25 meninggal dunia," ujar Juru bicara pemerintah terkait penanganan covid-19 Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3).

Ia mengungkapkan pasien tersebut, ketika tiba di rumah sakit dan dinyatakan positif korona, telah dalam keadaan sakit. Kasus nomor 25 memiliki riwayat penyakit berat yakni diabetes, hipertensi, hipertiroid dan paru-paru.

"Korona virus ini memperburuk daya tahan tubuh pasien. Penyakit dasar yang dia miliki selama ini menjadi semakin parah. Tidak pernah didapatkan kematian karena virus itu sendiri," terangnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT