11 March 2020, 20:23 WIB

Total 4 Pasien di Indonesia sudah Sembuh dari Korona


Atalya Puspa | Humaniora

RSPI Sulianti Saroso mengungkapkan dua pasien positif virus novel korona (Covid-19) yang tengah menjalani perawatan telah dinyatakan sembuh. Kedua pasien tersebut akan diizinkan pulang Kamis (12/3) esok hari.

"Insya Allah besok mungkin pulang. Dua-duanya, pasien 3 dan pasien 6 (pasien kasus nomor 10 versi pemerintah)," kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Rabu (11/3).

Baca juga:Penular Kasus Virus Korona ke-27 Masih Misteri

Adapun, dua pasien tersebut merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) berjenis kelamin perempuan dan Warga Negara Asing (WNA) berjenis kelamin laki-laki.

Syahril menyatakan, hingga saat ini RSPI Sulianti Saroso tengah merawat sebanyak 10 pasien di ruang isolasi. 2 masih tergolong dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP), 6 masih positif Covid-19, dan dua lainnya yang disebutnya telah sembuh dan diperbolehkan pulang.

"Sekarang ada 10 pasien, kemudian ada 8 yang sudah positif, tapi dua sudah konversi jadi negatif. Keadaan umumnya semua juga baik," ujarnya.

Syahril menjelaskan, kedua pasien tersebut dapat sembuh dari Covid-19 berkat ketahanan imunnya yang baik. Dirinya menyatakan, setiap orang memang memiliki kemampuan yang berbeda dalam melawan virus itu. Terlebih lagi, saat ini belum ditemukan pengobatan spesifik untuk Covid-19.

Baca juga:Pasien 6 dan 14 Virus Korona Dinyatakan Sembuh

"Nah, kondisi-kondisi yang menyebabkan seseorang menjadi recovered itu sebenarnya dipengaruhi oleh imunitas tubuhnya sendiri. Di luar bahwa sebenarnya secara prinsip virus merupakan self-limited disease yang memang memiliki sifat bahwa penyakit yang diderita pada seseorang yang menderita virus itu bisa recovered sendiri. Yaitu dengan kemampuan individu tersebut dalam hal imunitasnya itu," terangnya.

Nantinya, pengawasan kedua pasien yang telah keluar dari RSPI Sulianti Saroso tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah daerahnya masing-masing.

"Jadi rumah sakit tidak punya kewenangan untuk melakukan pemantauan langsung kepada pasien-pasien di lokasi mereka berada. Itu tugasnya dinas kesehatan. Tapi kita kerja sama ya," kata Syahril.

Baca juga:Satu Pasien Terinfeksi Virus Korona Meninggal

"Cuma kita tetap berpesan agar dia tetap menjaga kondisi dulu. Karena kalau kondisi tidak dijaga, bisa saja penyakit yang lain yang masuk," tandasnya. (Ata/A-3)

BERITA TERKAIT