11 March 2020, 20:09 WIB

International Global Network Hubungkan Anak Muda ke Dunia


Deri Dahuri | Humaniora

BERDASARKAN teori Hierarki Kebutuhan Maslow, aktualisasi diri adalah tingkat kebutuhan tertinggi yang merefleksikan motivasi manusia untuk mencari dan menemukan jati diri serta potensi terbesarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri, banyak anak muda yang berpartisipasi dalam program yang memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan diri mereka.

Kebutuhan akan program aktualisasi diri untuk anak muda terus meningkat setiap tahunnya. Namun, keberadaan wadah atau organisasi penyelenggara program yang menjanjikan ini sayangnya masih cukup terbatas.

Beberapa program pengembangan diri yang ada sebenarnya sudah berjalan dengan baik dan selayaknya. Tetapi, setelah melakukan riset mendalam, pendiri International Global Network berpendapat bahwa anak muda zaman sekarang kebanyakan masih bingung untuk mencari, memilih serta menentukan program yang tepat bagi dirinya. Apalagi, anak muda inginnya program yang terjangkau namun berkualitas.

Melihat kondisi yang seperti ini, International Global Network akhirnya muncul dengan ide untuk membantu anak muda dari seluruh dunia mengaktualisasikan diri mereka dan mempersiapkan mereka untuk meraih masa depan yang lebih cerah.

Secara fundamental, International Global Network didirikan pada 14 Desember 2015, atas konsep pemikiran pendirinya yaitu Muhammad Fahrizal. 

“Langkah besar yang kita ambil di kemudian hari berawal dari langkah kecil yang kita mulai saat ini. International Global Network juga seperti itu, dimulai dari program-program yang sederhana lalu terus berkembang dan memberikan manfaat positif untuk anak-anak muda,” ungkap Muhammad Fahrizal, Founder International Global Network di Jakarta, Rabu (11/3). 

International Global Network adalah organisasi pengembangan diri anak muda yang bertujuan untuk memberi kesempatan bagi generasi muda dari seluruh penjuru dunia untuk meningkatkan keterampilan dan membangun kesadaran terkait isu-isu global.

Melalui aktivitas bermanfaat dan positif seperti simulasi sidang PBB (Model United Nations) dan studi ekskursi, International Global Network berupaya menghubungkan dan mempersiapkan anak muda untuk meraih aktualisasi dirinya dan menjadi pemimpin yang mampu melahirkan solusi terbaik untuk menghadapi berbagai tantangan global.

Beberapa program konferensi internasional simulasi sidang PBB yang telah diselenggarakan oleh International Global Network (IGN) antara lain Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN), Asia World Model United Nations (AWMUN), Global Goals Model United Nations (GGMUN), dan Bali Asia International Model United Nations (BAIMUN).

Sementara  itu, sejumlah program studi ekskursi yang telah didesain meliputi Youth Excursion (YOUTEX), Sasambo Greeneration Camp, dan Asia Students Summit.

Tidak hanya itu saja, International Global Network juga melahirkan program baru baik yang berbayar maupun gratis, seperti International Global Network (IGN) Mentor Class, MUN (Model United Nations) 101 Webinar, MUN (Model United Nations ) Academy, dan MUN (Model United Nations) E-Book. 

Hingga di penghujung akhir tahun 2019, International Global Network telah berhasil menciptakan 12 program yang menghasilkan 450.551 member dan menghubungkan 20.435 anak muda dari 199 negara. Saat ini, International Global Network sedang mempersiapkan Asia World Model United Nations (AWMUN) IV yang akan dilaksanakan di Bali pada bulan Juli 2020. 

International Global Network telah menjadi salah satu platform terbaik dan terpercaya bagi anak muda untuk mengaktualisasikan diri, bertukar pikiran untuk memecahkan isu-isu global, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di era globalisasi. 

“Saya berharap melalui program-program yang ditawarkan International Global Network baik konferensi Simulasi Sidang PBB maupun studi Ekskursi, pemahaman dan kesadaran anak muda akan isu-isu global akan meningkat secara signifikan. Selain itu, saya juga yakin bahwa International Global Network mampu menjadi platform yang menghubungkan anak-anak muda di seluruh dunia,” ucap Muhammad Fahrizal. (OL-09) 
 

BERITA TERKAIT