11 March 2020, 19:57 WIB

Prihatin Jumlah Kasus Kekerasan Anak di Depok Naik


Kisar Rajagukguk | Megapolitan

KOTA Depok, Jawa Barat yang mengklaim sebagai kota layak anak justru kekerasan terhadap anak jumlahnya meningkat pada 2019 dibandingkan 2018. Pada 2019 tercatat 300 kasus, naik signifikan dibanding 2018 yang tercatat sebanyak 112 kasus.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metropolitan Kota Depok Ipda Elia Herawati menyebutkan, lima kasus menonjol seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 124 kasus. Kemudian 40 kasus penganiayaan terhadap anak, 39 kasus persetubuhan, 32 kasus perzinahan dan penelantaran terhada anak, empat kasus dibawah umur.

"Pada tahub 2019, kasus yang ditangani PPA jumlah totalnya 300 kasus," ungkap Elia, disela diskusi laporan tahunan kekerasan perempuan dan anak sepanjang tahun 2019 di Kota Depok, Rabu (11/3)
 
Untuk kasus pencabulan terhadap anak, ungkap Elia, masih terjadi di Kota Depok. Semua pelaku ditangkap dan dihukum untuk efek jera. Kasusnya beragam, mulai dari kasus ayah cabuli anak kandung, ayah cabuli anak tirinya, dan oknum guru agama mencabuli muridnya.

Terkait ini, Ketua Perlindungan Perempuan dan Anak Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Depok Sahat Farida mengimbau kepada orang tua untuk terus mengawasi buah hatinya. "Agar tidak terjadi kasus serupa  dibutuhkan pengawasan orang tua dan tokoh masyarakat," ujar dia.

Sahat menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok perlu mengevaluasi kotanya yang ditetapkan sebagai kota layak anak. Dinas terkait diingatkan untuk membuat program sehingga kota tersebut benar-benar menjadi kota layak anak.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok Nessi Anisa Handari tidak menampik kasus pencabulan dan KDRT di Kota Depok menduduki rangking tertinggi paling menonjol selama 2019.

Mengatasinya, kata dia, saat ini pihaknya sedang merancang peraturan walikota (perwal) mengenai bantuan sosial (bansos) bagi korban kekerasan. Pihaknya juga tengah membuat rumah aman, yang akan efektif berjalan pada 2021. "Tapi jika ada yang membutuhkannya, tahun ini bisa kita siapkan," janjinya. (OL-13)

BERITA TERKAIT