11 March 2020, 19:37 WIB

Alokasi Pupuk Bersubsidi Klaten Jauh dari RDKK 2020


Djoko Sardjono | Nusantara

ALOKASI pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian di Kabupaten Klaten tahun 2020, dapat dipastikan tidak mencukupi kebutuhan petani. Pasalnya, alokasi pupuk yang ditetapkan pemerintah provinsi masih jauh dari rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang diusulkan petani.

Berdasarkan surat keputusan (SK) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah No 521.34/001/2020, Kabupaten Klaten tahun ini mendapat alokasi pupuk bersubsidi untuk jenis urea 21.413 ton, SP-36 1.135 ton, ZA 6.458 ton, NPK 13.954 ton, dan organik 2.945 ton.

Baca Juga: Petani Sragen Gelisah Jatah Pupuk Bersubsidi Terus Berkurang

Sementara itu, RDKK 2020 Kabupaten Klaten untuk pupuk urea 27.821 ton, SP-36 63.981 ton, ZA 15.515 ton, NPK 26.120 ton, dan organik 7.427 ton. Sesuai RDKK, total luas tanam sektor pertanian 106.857 hektare. Sedangkan jumlah petani 77.233 orang tersebar di 26 kecamatan.

''Alokasi pupuk bersubsidi tahun ini tidak mencukupi kebutuhan petani. Karena, alokasi pupuk yang ditetapkan pemerintah provinsi itu jauh dari RDKK,'' ujar Kasi Sarpras Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten, Wahyu Wardana, Rabu (11/3).

Baca Juga: Kartu Tani Bisa Untuk Menebus Pupuk Bersubsidi

Ditemui Media Indonesia di ruang kerjanya, Wahyu Wardana menambahkan, bahwa DPKPP Klaten pun sudah bersiap untuk mengajukan tambahan alokasi pupuk bersubsidi ke provinsi. Langkah ini untuk antisipasi terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian di Kabupaten Klaten.

Dalam kesempatan tersebut, DPKPP Klaten juga meminta petani untuk tetap tenang karena stok semua jenis pupuk bersubsidi masih banyak. Selain itu, petani diingatkan untuk membeli pupuk di kios atau penyalur resmi. Di Klaten, jumlah kios pupuk resmi ada sekitar 1.500 kios dan 10 distributor. (JS/OL-10)

BERITA TERKAIT