09 March 2020, 18:55 WIB

Bangsa Besar, Jika Nilai Kebudayaannya Mengakar


mediaindonesia.com | Nusantara

KEBUDAYAAN dapat dimaknai sebagai identitas kolektif jati diri bangsa. Kebudayaan memiliki peran, fungsi sentral, dan mendasar sebagai landasan utama dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.  

Demikian antara lain disampaikan Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Mayor Jenderal TNI (Purn), Drs. Hendardji Soepandji, SH, menjawab pertanyaan wartawan, terkait pentingnya kebudayaan sebagai fondasi karakter bangsa.

Saat ditemui sebelum membuka acara Rapat Kerja Nasional Ke-II Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), di Gedung Pusdiklat Kemendagri Yogyakarta, Senin (9/3), Hendardji mengatakan, wacana kebudayaan, khususnya terkait nilai-nilai luhur harus terus disuarakan. 

“Suatu bangsa akan menjadi besar jika nilai-nilai kebudayaannya mengakar dalam sendi kehidupan masyarakat,” kata Hendardji.

Modernisasi tanpa filterisasi, kata Hendardji, berdampak pada semakin lunturnya nilai-nilai dan falsafah bangsa. “Kurangnya kecintaan masyarakat terhadap budaya (local wisdom), dapat menyebabkan hilangnya jatidiri bangsa,” ujarnya mengingatkan.

Budaya dunia berubah sangat cepat, kata Hendardji. Tidak semata sedang berubah, menurutnya, tetapi sedang terdisrupsi. Hal ini sebuah keniscayaan yang tak dapat dihindari. Di era disrupsi ini, kata dia, kemapanan bisa runtuh dan berbagai mungkinan bisa terjadi.

“Dunia berubah. Indonesia berubah. Kita boleh kehilangan harta, tapi tidak untuk jatidiri. Jatidiri bangsa Indonesia, di antaranya termaktub dalam sila Pancasila. Sehingga tema acara kita pun, KSBN ikut berperan membangun masa depan peradaban bangsa yang berbasis budaya,” papar Hendardji.

Rapat Kerja Nasional Ke-II Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), diantaranya menetapkan rencana strategis KSBN tahu 2020 – 2024. Dari 5 (lima) daerah yang menjadi target pengembangan ekosistem kebudayaan, diantaranya, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jambi, Maluku Utara, dan Kalimantan Barat. 

“Lima ekosistem ini mengalir dari kebijakan pemerintah, dan kita berusaha mengeksekusi kebijakan Pemerintah tersebut,” terang Hendardji.

Program tersebut meliputi, rencana digelarnya Festival Seni Budaya Nusantara di Kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada 7-12 November 2020 mendatang. 

Selanjutnya rencana penyelenggaraan kegiatan Festival, di Maluku Utara. Khusunya di Halmahera Selatan, yang direncanakan akan menjadi destinasi wisata Nasional dengan konsep sebagai Pesona Negeri. Acara ini menurut rencana akan digelar di tahun 2021. 

Kemudian Festival Seni Budaya Kubu Raya di Kalimantan Barat pada 2023, dan Orkestra Borobudur di Magelang, Jawa Tengah pada 2024.

“Kegiatan ini diharapkan bisa melahirkan platform kegiatan budaya yang dapat membantu mewujudkan ekosistem kebudayaan dalam lima tahun ke depan,” ujar Hendardji.

Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), adalah organisasi nirlaba di bidang seni dan budaya. Salah satu misinya memperkenalkan seni dan budaya Indonesia di forum nasional dan internasional. Bertujuan mewujudkan peningkatan budaya bangsa Indonesia.

Organisasi ini tidak hanya mengangkat nilai-nilai budaya bangsa Indonesia seperti kuliner, seni, musik, dan tarian-tarian khas Indonesia, namun juga berperan membangun unsur budaya lainnya. Hal itu mencakup ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghadapi perubahan lingkungan global.

Karena itu, Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) menjadi wadah strategis untuk pengembangan kreativitas seni dan budaya. Di organisasi ini berkumpul orang-orang, sejumlah asosiasi, dan berbagai komunitas yang peduli seni budaya Indonesia. 

Bahkan saat Rakernas II 2020 ini, ada sekitar 16 Dewan Pimpinan Wilayah KSBN provinsi dan 12 KSBN Kota/Kabupaten yang turut serta di acara rakernas.

“Lewat lembaga inilah keragaman seni dan budaya Nusantara bisa terintegrasi dalam konsep Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Hendardji. (RO/OL-09)
 

BERITA TERKAIT