11 March 2020, 21:10 WIB

Musisi harus Menggali Musik Nusantara


Abdilah Marzuki | Weekend

ETNOMUKOLOG Nyak Ina Raseuki menekankan musisi Indonesia seharusnya berupaya untuk saling tahu dengan musik di daerah lain dalam lingkup Nusantara karena kehibridan musik Indonesia.

"Kita harus saling tahu satu sama lain, lewat bunyi dalam hal ini," terangnya usai diskusi bertajuk Menyusun Tonggak Sejarah Musik Indonesia, di M Bloc Space, Jakarta (10/3).

Menurutnya, khazanah musik Indonesia kontemporer sangat kental dengan keberagaman. Ia menggambarkan kehibridan musik di Indonesia selayaknya budaya yang tersusun dari keragaman. Ragam musik dari berbagai wilayah dunia memperkaya musik Indonesia sejak dulu. Musik dari Persia, India, Cina, dan Eropa berbaur dengan musik etnik.

"Hibrid itu bahwa Indonesia beragam. Indonesia yang kontemporer itu terdiri dari atau terjadi karena percampuran segala macam," ujar perempuan yang akrab disapa Ubiet.

Menurutnya, kehibridan itu layak untuk dirayakan dengan cara saling mengenal antara musisi dengan latar belakang masing-masing. Hal itu patut dilakukan untuk membuka kemungkinan penciptaan bebunyian yang baru.

"Jadi yang kira yang paling penting, terutama buat pemusik, jangan terlalu fokus pada kotak-kotak musiknya sendiri, tapi mereka harus bergaul. Kotak populer bergaul dengan kotak yang lain. Jadi bagaimana kita bisa sama-sama membangun sesuatu yang mungkin menghasilkan bunyi yang baru," tandasnya.(M-4)

BERITA TERKAIT