11 March 2020, 18:56 WIB

MPR Apresiasi Permintaan Maaf Raja Belanda


Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum

KETUA MPR RI, Bambang Soesatyo, menyambut baik permintaan maaf yang disampaikan Raja Belanda Willem Alexander. Willem meminta maaf atas berbagai kekerasan yang dilakukan Belanda pascaproklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

"Sikap tersebut sekaligus langkah maju dalam penguatan hubungan Belanda-Indonesia. Setelah pada tahun 2015 pemerintah Belanda melalui Menteri Luar Negerinya, Bernard Bot, secara politis dan moral mengakui Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Sebelumnya, pemerintah Belanda hanya mengakui kemerdekaan RI pada 27 Desember 1949," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (11/3).

Bamsoet mengatakan rakyat Indonesia akan menyambut baik permintaan maaf tersebut. Apa yang terjadi di masa lampau tak perlu berlarut hingga merusak masa depan.

"Masa lalu kita jadikan pelajaran, agar kedepannya tidak ada lagi tindakan sewenang-wenang yang menafikan kemerdekaan sebuah bangsa dan penghormatan terhadap hak asasi manusia," tutur politisi Partai Golkar itu.

Bamsoet juga mengapresiasi langkah pemerintah Belanda yang mengembalikan berbagai benda budaya Indonesia yang sebelumnya disimpan di berbagai museum Belanda. Setelah pada November 2019 mulai mengembalikan sekitar 1.500 artefak Indonesia, yang terbaru Pemerintah Belanda juga mengembalikan Keris Kiai Naga Siluman yang digunakan Pangeran Diponegoro.

"Ini menunjukan permintaan maaf yang disampaikan Raja Belanda Willem Alexander bukan sekadar ucapan lisan saja. Melainkan juga dibuktikan dengan perbuatan," pungkasnya. (pro)

BERITA TERKAIT