11 March 2020, 18:01 WIB

Asosiasi: Wabah Korona Tingkatkan Kesadaran Berasuransi


Despian Nurhidayat | Ekonomi

MASYARAKAT global, tidak terkecuali Indonesia, tengah diresahkan wabah virus korona (COVID-19). Namun, industri asuransi menilai fenomena ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berasuransi.

Ketua Dewan Pengurus AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia), Budi Tampubolon, mengatakan industri asuransi memiliki pandangan yang berbeda terhadap penyebaran virus korona. Kendati demikian, pihaknya tidak menampik wabah korona berpotensi menghambat laju perekonomian nasional.

"Virus korona ini punya cara pandang yang agak sulit bagi kami. Di satu sisi, ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memiliki asuransi. Tapi dampak ekonominya sangat luas," tutur Budi di Jakarta, Rabu (11/2).

Menyoroti penyebaran COVID-19, Budi menekankan anggota AAJI tidak menutup mata terhadap wabah tersebut. Dalam artian, pemegang asuransi yang positif terjangkit korona dapat mengklaim asuransi yang dimiliki.

"Selain itu, anggota kami juga menyatakan tidak mengecualikan permasalahan korona. Artinya, virus korona masih bisa diklaim lewat asuransi," imbuh Budi.

Lebih lanjut, Budi mengatakan dampak virus korona telah menyasar sektor pariwisata dan aktivitas perdagangan internasional. Kondisi ini menghambat roda pergerakan ekonomi domestik.

Dia pun berharap wabah yang menggerkan dunia bisa segera diatasi.
Budi mengamini penyebaran virus korona menyulitkan sektor industri asuransi untuk memprediksi pertumbuhan pendapatan.

"Kita harap virus ini selesai atau setidaknya cepat tertangani, terkontrol dengan baik. Karena, kita jadi sulit memprediksikan sampai akhir tahun. Ibarat kata one million question. Barangkali tiap tiga bulanan kita mesti evaluasi ulang untuk melihat pertumbuhan kita," pungkasnya.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT