11 March 2020, 17:50 WIB

Berantas Korona, Pemerintah Diminta Kerja Sama dengan Korsel


Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum

ANGGOTA Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Charles Honoris mengusulkan untuk dapat memerangi perkembangan Covid-19. Pemerintah harus membuka diri terhadap peluang kerja sama dengan negara lain yang cukup berhasil menangani virus korona.

"Untuk memerangi penyebaran korona di dalam negeri, Indonesia harus membuka diri terhadap peluang kerja sama dengan negara lain yang cukup berhasil dalam mereduksi virus Covid-19, misalnya Singapura dan Korea Selatan. Tingkat infeksi Covid-19 di dua negara tersebut terus menurun belakangan ini," kata Charles dalam keterangan resmi yang diterima, Jakarta, Rabu (11/3).

Baca juga: Khawatir Virus Korona, Presiden Getafe Ogah Main di Milan

Menurutnya, berkaca dengan apa yang dilakukan Korea Selatan (Korsel) dalam menangani penyebaran virus Korona, Korsel melakukan Rapid Testing sebanyak-banyaknya.

Hal itu menurutnya berbanding terbalik dengan apa yang sudah dilakukan Kementerian Kesehatan yang masih fokus menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

"Melihat dari pengalaman Korsel, cara paling efektif untuk memerangi penyebaran korona ini dengan dengan melakukan tes sebanyak-banyaknya melalui Rapid Testing sehingga dengan identifikasi yang akurat, pemerintah bisa memiliki strategi yang efektif," sebutnya.

Kondisi ini, kata dia, sangat kontras dengan pendekteksian oleh Kementerian Kesehatan saat ini yang masih fokus menggunakan metode PCR dan memakan waktu berhari-hari, sehingga negara seluas RI sampai hari ini baru bisa memeriksa ratusan sampel saja. 

"Korea Selatan misalnya sudah melakukan tes terhadap lebih dari 200 ribu orang," sambungnya.

Menurutnya, kerja sama dalam meningkatkan kapabilitas diagnosa cepat dengan Singapura dan Korsel adalah langkah konkret yang bisa dilakukan Pemerintah RI saat ini untuk menekan laju infeksi korona di dalam negeri.

Baca juga: NasDem Lanjutkan Kerjasama dengan Partai Buruh Australia

"Saya meyakini dua negara tersebut juga akan sangat ‘welcome’ dengan rencana kerja sama ini, karena selain menyangkut kemanusiaan, juga menyangkut stabilitas dan kepentingan kawasan," tuturnya.

Ia pun menekankan, tidak ada alasan negara-negara, termasuk RI, untuk tidak bekerja sama dengan negara lain dalam memerangi Covid-19 yang sudah menewaskan banyak korban. (OL-6)

BERITA TERKAIT