11 March 2020, 18:15 WIB

IPC Gandeng Port of Rotterdam Bangun Logistik Maritim


M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC menjalin kerjasama dengan Port of Rotterdam, Belanda. Kerjasama tersebut terkait dengan pengembangan logistik maritim dan infrastruktur.

Kedua belah pihak menyusun program pengembangan dan manajemen pelabuhan, digitalisasi pelabuhan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam tiga tahun ke depan.

Baca juga: Digitalisasi Pelabuhan Ciptakan Efisiensi

Dalam penandatanganan kesepakatan itu IPC dihadiri oleh Direktur Utama IPC, Arif Suhartono dan operator pelabuhan Rotterdam diwakili oleh Direktur Port Rotterdam International, Rene Van Der Plaas.

“Salah satu fokus kerja sama ini adalah pengembangan Pelabuhan Internasional Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat. Port of Rotterdam akan berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk mengembangkan Terminal Kijing sebagai salah satu dari 7 pelabuhan hub di Indonesia,” kata Arif seusai penandatanganan kerjasama, di IPC, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (11/3).

Menurut Arif kerjasama tersebut masih bersifat general yang paling dekat mengenai sharing informasi pengelolaan terminal karena Port of Rotterdam dikenal telah memiliki pengalaman yang baik terkait pengelolaan terminal.

"Mereka sudah memiliki pengalaman, kita mencoba bekerjasama dengan mereka dan mereka mencoba membagi pengalaman," ujarnya.

Untuk nominal bisnis antara kedua belah pihak masih bungkam. Mereka mengaku masih dalam tahap pembicaraan. Namun dalam alam waktu dekat mereka akan mulai sharing pengetahuan terkait pengelolaan terminal.

"Terkait real bisnis belum konkret seperti apa. Yang jelas mereka memiliki experience sudah baik nominal mereka kan water management baik hari ini menyerap informasi dan edukasi dari sekarang," ucap Arif.

Arif juga tidak menutup kemungkinan untuk menjalin kerjasama dengan negara lain demi kemajuan pengelolaan terminal.

"Kita masih terbuka negara lain yang masih tertarik disamping Belanda, negara yang memiliki maritim industri," turup Arif. (Iam/A-1)

BERITA TERKAIT