11 March 2020, 18:05 WIB

Dihantam Korona, Pelindo II Belum Ubah Target


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) tetap menargetkan pelayanan petikemas sebanyak 8,1 juta TEUs tahun 2020. Target itu tidak berubah meski adanya virus korona (Covid-19) yang sudah masuk ke Indonesia sejak 14 Februari 2020.

Direktur Utama IPC, Arif Suhartono, mengatakan bahwa saat ini IPC sudah menkordinasikan setiap departemen untuk siap tanggap menghadapi virus mematikan tersebut serta tidak membuat target pelayanan petikemas terganggu.

"Yang penting kita persiapannya, pertama terkait koordinasi antar departemen, syahbandar, OP, karantina, sama KKP itu sudah terbentuk suatu task force Pokja itu yang terpenting," kata Arif di IPC, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (11/3).

Diketahui pada 2019 IPC mampu mendapatkan 7,6 juta TEUs dan diharapkan tahun 2020 bisa mencapai 8,1 juta TEUs

Arif mengatakan dampak akibat covid 19 sendiri sangat terasa karena pabrik asal Tiongkok tutup akibat hari raya imlek dan virus korona sehingga trading antara Indonesia dengan negeri tirai bambu tersebut terdampak.

"Jadi trading antara Tiongkok dan Indonesia juga turut terdampak. Dampaknya sudah ada, ada beberapa terminal yang kapalnya dari Tiongkok sudah terdampak," ungkap Arif.

Salah satu yang terdampak ialah PT Jakarta International Container Terminal (JICT) yang turun 10% dari tahun lalu baik impor dan ekspor.

"Misalnya JICT dari Tiongkok turun 10% dari tahun lalu Januari-Februari dari tahun lalu untuk JICT, impor ekspor," ucapnya.

Meski begitu IPC belum merubah target dan masih menunggu 2 sampai 3 bulan ke depan terkait persebaran virus korona tersebut.

"Sementara ini belum, tapi kita lihat 2 sampai 3 bulan ke depan seperti apa. Saya dengar kabar Tiongkok sudah mulai produksi lagi," tandasnya.

Jika hingga bulan Juni penyebaran virus korona semakin memburuk maka IPC sampaikan kepada pemegang saham akan ada rolling budget.

BERITA TERKAIT