11 March 2020, 15:13 WIB

Diguncang Korona, BI: Dana Asing Belum Hengkang


Despian Nurhidayat | Ekonomi

GUBERNUR Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan investor global masih menaruh dana di perbankan Indonesia. Meskipun selama sentimen virus korona (COVID-19), para investor global telah menjual saham dan aset berupa Surat Berharga Negara (SBN).

"Mereka belum hengkang beneran. Sementara, mereka jual saham, SBN, namun simpan dalam rupiah, dan untuk lihat waktu," ungkap Perry di Hotel Pullman Jakarta, Rabu (11/3).

Menurutnya, langkah itu diambil investor global karena tidak bisa mengkalkulasikan risiko dari wabah virus korona. Berdasarkan pemantauan Bank Indonesia, dana investor asing masih tersimpan di rekening kustodian dalam negeri.

Baca juga:

"Jadi ya sementara keluar dulu dari Indonesia, jual SBN, saham. Tapi, pemantauan kami uangnya investor masih di Indonesia," imbuh Perry.

Lebih lanjut, dia mengatakan sentimen virus korona berdampak pada sektor finansial. Saat ini, investor memindahkan investasi dari aset ke dalam bentuk uang tunai dan emas.

Investor global dikatakannya terus memantau kondisi ekonomi, sembari mencermati langkah yang ditempuh pemerintah di masing-masing negara. Mengacu indeks volatilitas dari Chicago Bond of Exchange (CBOE) yang mengukur premi risiko di pasar keuangan, risiko sebelum virus korona mewabah tercatat 32 basis poin, dan saat ini naik menjadi 54 basis poin.

"Indonesia, CDS (credit default swap atau persepsi risiko investasi) spread sebelum korona the lowest in history itu 59. Kemudian setelah virus korona dari 1 Februari terus naik, sekarang jadi 175," pungkas Perry.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT