11 March 2020, 14:20 WIB

Dampak Korona, MotoGP Berpotensi Digelar Dua Kali Seminggu


Akmal Fauzi | Olahraga

FEDERASI Balap Sepeda Motor Dunia (FIM) mempertimbangkan opsi menggelar dua kali balapan dalam sepekan, untuk mengejar target penyelenggaraan 13 seri pada musim ini.

Opsi itu menyusul penundaan tiga seri balap MotoGP akibat wabah virus korona (COVID-19) di sejumlah negara. Teranyar, MotoGP Amerika Serikat (AS) di Circuit of The Americas (COTA) harus ditunda karena Texas dinilai berbahaya untuk dikunjungi.

"Saya masih yakin balapan bisa digelar 13 seri. Kalau harus digelar Januari (2021), kami akan melakukannya," kata Presiden FIM, Jorge Viegas.

Selain menggelar dua kali balapan dalam sepekan, terdapat opsi lain berupa menggelar balapan secara tertutup. "Segalanya dimungkinkan kalau tak ada solusi. Di situasi seperti sekarang, tak ada yang tabu. Anda harus fleksibel dan punya imajinasi," pungkas Viegas.

Baca juga: MotoGP AS Ditunda Hingga November karena Virus Korona

Dia juga mengatakan ada kemungkinan balapan digelar di sirkuit alternatif, bukan sirkuit yang disiapkan saat ini. "Portimao jadi sirkuit cadangan, sama seperti Estoril. Di Portugal tak ada larangan bepergian," imbuhnya.

MotoGP Grand Prix AS sedianya digelar di Austin, Texas, pada 5 April ditunda, karena mengkhawatirkan wabah virus korona. Sebelumnya, kelas MotoGP ditiadakan di Grand Prix Qatar, yang melombakan Moto2 dan Moto3 pada 8 April, karena pembatasan perjalanan terkait antisipasi korona.

Selanjutnya seri kedua, Grand Prix Thailand diundur pelaksanaannya dari 22 Maret menjadi 4 Oktober. Apabila tidak ada perubahan jadwal, Grand Prix Argentina pada 19 April akan menjadi kesempatan pertama bagi pembalap MotoGP berkompetisi pada musim ini.(Motorsport/OL-11)

BERITA TERKAIT