11 March 2020, 13:52 WIB

Dampak Korona, 45 Ribu Turis Batal Masuk ke Taman Nasional Komodo


John Lewar | Nusantara

SEJAK mencuatnya kasus virus korona masuk ke Indonesia telah memukul dunia pariwisaa di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Marsel Surdin sopir travel mengatakan hampir pasti setiap pesawat terbang mendarat di Bandara Komodo, nyaris tidak ada wisatawan asing dan membuat bisnis pariwisata di wilayah itu lesu.

"Saat ini kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo sepi akibat merebaknya virus korona," kata Surdin, Rabu (11/3).

Keluhan serupa juga diungkapkan kapten kapal wisata bahari Komodo, Acho Taming. Ia mengaku sejak dua bulan ini, destinasi Pulau Komodo sepi. Ratusan kapal angkutan wisata lego jangkar di seputaram pesisir Labuan Bajo.

"Dua bulan ini, hingga awal Maret 2020 ini, tamu wisatawan asing membatalkan kunjungan secarah mendadak. Ya mungkin alasan virus korona," ujar Acho di Pelabuhan Pelni Labuan Bajo, Selasa (11/3).

Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia NTT, Agustinus Bataona mengatakan diperkirakan sudah lebih dari 45 ribu wisatawan yang sudah dijadwalkan akan berkunjung ke Taman Nasional Komodo sampai Mei 2020, telah membatalkan kunjungan akibat wabah korona. Menurut Agus Bataona, para wisatawan ini telah membeli paket wisata satu tahun sebelumnya agar bisa masuk ke TN Komodo.

"Dunia pariwisata sangat terpukul dengan merebaknya virus korona. Total pembatalan yang kita terima sebanyak 45 ribu orang turis. Belum
termasuk biro travel lain," bebernya.

Salah satu direktur jasa perjalanan wisata yang kerap menangani kapal cruise lintas negara di Labuan Bajo, Isba mengaku sejak Januari hingga Mei ada 9 kapal berbendera asing telah mencabut rencana kunjungan ke Indonesia, termasuk objek wisata Pulau Komodo.

baca juga: Masyarakat Desa Dibagi 450 Masker Batik dan Sosialisasi Covid-19

Dia mengungkapkan pembatalan ini berpengaruh besar pada usaha bisnis lainnya di Labuan Bajo. Isba menuturkan satu kapal cruise paling minim memuat 1200 orang wisatawan dan maksimal 2500 orang.

"Bisa di pastikan diatas 45 ribu orang karena hitungan ini belum termasuk biro travel lain yang juga menangani turis asing," terangnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT