11 March 2020, 11:07 WIB

Pemerintah Afghanistan Siap Bebaskan 1.500 Tahanan Taliban


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PRESIDEN Afghanistan, Ashraf Ghani, telah menyetujui pembebasan 1.500 tahanan Taliban sebagai bagian dari upaya untuk meraih perjanjian damai dengan kelompok bersenjata itu.

Keputusan presiden mengharuskan semua tahanan untuk memberikan jaminan tertulis untuk tidak kembali ke medan perang. Sebagai gantinya, Taliban telah setuju untuk menyerahkan 1.000 personel pasukan pemerintah.

Presiden Ghani sebelumnya menolak untuk membebaskan 5.000 tahanan sebagai bagian dari perjanjian Amerika Serikat (AS) dengan Taliban, tetapi dekrit yang dikeluarkan Rabu (11/3) mengisyaratkan pelunakan sikapnya.

Perkembangan ini terjadi ketika AS mulai menarik pasukan dari negara itu sebagai bagian dari perjanjian terkait yang ditandatangani sebelumnya dengan Taliban.

Menurut keputusan yang ditandatangani Presiden Ghani, semua 1.500 tahanan akan dibebaskan dalam waktu 15 hari. Sebanyak 100 tahanan akan melenggang bebas dari penjara Afghanistan setiap hari.

Pembicaraan antara pemerintah Afghanistan dan Taliban akan berlangsung bersamaan dengan pembebasan itu. Jika pembicaraan berlanjut, pemerintah telah berjanji untuk membebaskan lebih dari 500 tahanan Taliban setiap dua minggu sampai total 5.000 telah dibebaskan.

Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Taliban harus melanjutkan pengurangan kekerasan, dan melarang al-Qaeda atau kelompok ekstremis lainnya beroperasi di daerah-daerah di bawah kendali mereka.

Pembebasan tahanan dimaksudkan untuk membangun kepercayaan antara kedua belah pihak dan memulai pembicaraan langsung untuk mengakhiri perang 18 tahun di Afghanistan. Pembicaraan seharusnya dimulai pada Selasa, tetapi negosiasi ditunda oleh tuntutan atas pembebasan tahanan.

Berbicara dengan kantor berita AFP, seorang anggota dewan kepemimpinan Taliban yang tidak disebutkan namanya mengatakan kelompok itu telah memberikan daftar tawanan yang mereka inginkan dibebaskan.

Namun dia menuduh pemerintah bertindak dengan itikad buruk, mengatakan hanya berencana membebaskan ‘para tahanan yang sudah lanjut usia, sakit parah, atau mereka yang hukumannya sudah kadaluwarsa.

Juru bicara politik Taliban, Suhail Shaheen, mencuit pada Selasa (10/3) bahwa kelompok itu hanya akan menerima tahanan yang disebutkan dalam daftar mereka.

Adapun berdasarkan dekrit presiden, pemerintah Afghanistan akan membebaskan tahanan Taliban berdasarkan usia, status kesehatan, dan sisa hukuman penjara. (BBC/Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT