11 March 2020, 10:32 WIB

Kasus Virus Korona di Korsel Kembali Melonjak


Willy Haryono | Internasional

KOREA Selatan (Korsel) mengumumkan lonjakan pertama jumlah kasus virus korona covid-19 dalam lima hari terakhir, Rabu (11/3). Turunnya jumlah kasus covid-19 di Korsel dalam beberapa hari terakhir sempat memunculkan harapan bahwa wabah ini telah berhasil dikendalikan.

Korsel merupakan negara pertama yang melaporkan penurunan signifikan kasus covid-19 di luar Tiongkok.

Bersama Korsel, Italia dan Iran menjadi dua negara di luar Tiongkok yang terkena dampak paling parah dari wabah korona.

Dikutip dari AFP, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel (KCDC) mengonfirmasi tambahan 242 kasus covid-19, yang menjadikan totalnya mencapai 7.755. KCDC juga mengonfirmasi tambahan enam kematian, menjadikan total korban tewas menyentuh angka 60.

Baca juga: Tiongkok Catat 24 Kasus Tambahan Korona, Total 80.778 Kasus

Lonjakan terbaru ini masih relatif rendah dibanding awal Maret lalu. Kala itu, Korsel melaporkan lonjakan 500 hingga 600 kasus covid-19 per hari.

Sementara itu, Wali Kota Seoul Park Won-soon mengonfirmasi 90 pegawai pusat bantuan covid-19 Korsel -- atau anggota keluarga mereka -- telah dinyatakan positif korona.

"Itu merupakan klaster infeksi terbesar di Seoul," tutur Park dalam wawancara di sebuah radio.

Ia mengatakan sekitar 550 orang yang juga bekerja di kantor tersebut sedang menjalani pemeriksaan korona.

Sejumlah acara di Korsel -- mulai dari konser musik K-Pop hingga pertandingan olahraga -- telah ditunda atau dibatalkan akibat covid-19.

Masa liburan untuk semua sekolah dan taman kanak-kanak di seantero Korsel juga diperpanjang hingga tiga pekan ke depan.

Lebih dari 60% kasus covid-19 di Korsel terkait dengan aktivitas gereja Shincheonji Church of Jesus di Kota Daegu. Salah satu anggota gereja tersebut telah empat kali mengikuti kebaktian, sebelum pada akhirnya dinyatakan positif korona.

Situs pemantau Johns Hopkins CSEE mencatat kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 118 ribu. Sementara total korban tewas menyentuh angka 4.262, dengan jumlah pasien sembuh 64.391. (OL-1)

BERITA TERKAIT