11 March 2020, 10:00 WIB

Kasus DBD Naik Hampir 2x Lipat di DKI


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan


 


Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat hampir dua kali lipat di ibu kota. Pada data 8 Maret lalu jumlah penderita DBD mencapai 583 kasus. Namun, hanya berselang dua hari kemudian atau 10 Maret jumlah penderita DBD naik menjadi 970 kasus.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan mengatakan penyakit DBD memang identik berkembang di musim hujan karena kondisi cuaca dan kelembaban mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD. Namun peningkatan jumlah penderita justru terjadi saat hujan sudah tidak turun yang terjadi beberapa hari belakangan.

Indra menegaskan hal ini justru harus diwaspadai oleh berbagai pihak termasuk masyarakat luas.

Baca juga: Kasus DBD di Jakarta Utara Bertambah

"Malah sudah tidak ada hujan yang perlu diwaspadai karena genangan-genangan kecil akan menetap. Kalau hujan, genangan kecil akan terbawa dan berganti air baru," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (11/3).

Langkah-langkah antisipasi telah dilakukan, yakni di antaranya dengan memetakan RW rawan DBD. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jkaarta juga meningkatkan frekuensi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan mengerahkan kader juru pemantau jentik (Jumantik).

"Edukasi juga dilakukan agar di setiap rumah ada anggota keluarga yang menjadi jumantik mandiri," ungkapnya.

Jika dilihat data per wilayah, Jakarta Barat menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi sebanyak 269 kasus. Lalu Jakarta Timur dan Jakarta Selatan dengan 265 kasus DBD. Jakarta Pusat 62 kasus dan Jakarta Utara memiliki 103 kasus. Terakhir Kepulauan Seribu memiliki 6 kasus. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT