11 March 2020, 11:15 WIB

Ingin Berkuasa Hingga 2036, Putin Setujui Perubahan Konstitusi


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin telah membuka pintu bagi perubahan konstitusional yang akan memungkinkannya tetap berkuasa hingga 2036. Tetapi, ia mengatakan dirinya lebih menyukai batasan masa jabatan begitu negara itu secara politis ‘matang’.

Putin, 67, yang pada Januari meluncurkan perombakan besar-besaran pada politik Rusia dan perombakan konstitusional, diharuskan konstitusi untuk mundur pada 2024 ketika masa jabatan presiden kedua dan keempatnya berakhir.

Berbicara kepada Duma--majelis rendah parlemen Rusia--,Selasa (10/3), dia memberikan restu yang memenuhi syarat untuk perubahan yang diusulkan ke Konstitusi yang secara resmi akan mengatur ulang periode presidennya menjadi nol.

"Usulan untuk menghapus pembatasan bagi siapa pun, termasuk presiden yang berkuasa. Pada prinsipnya, opsi ini akan mungkin, tetapi dengan satu syarat--jika pengadilan konstitusi memberikan putusan resmi bahwa amandemen semacam itu tidak akan bertentangan dengan prinsip dan ketentuan utama Konstitusi," kata Putin.

Baca juga: Trump Mengaku Sehat dan Tidak Memiliki Gejala Virus Korona

Dia menggambarkan Presiden AS Franklin D Roosevelt menjalani empat masa jabatan karena pergolakan yang dialami negaranya pada saat itu adalah contoh mengapa batas masa jabatan presiden kadang-kadang berlebihan.

"Dalam kondisi ketika suatu negara mengalami guncangan dan kesulitan seperti itu, tentu saja stabilitas mungkin lebih penting dan harus menjadi prioritas," kata Putin, seraya menambahkan Rusia masih belum pulih dari keruntuhan Uni Soviet pada 1991.

Jika, seperti yang dicurigai kritikus Putin, pengadilan konstitusional memberikan restunya untuk amandemen dan didukung dalam pemungutan suara nasional pada April, Putin dapat menjalani dua periode enam tahun berturut-turut.

Jika dia mendapatkan itu, dan kesehatan serta hasil pemungutan suara memberikan izin, dia bisa tetap menjabat sampai 2036 pada saat itu dia akan berusia 83 tahun.

Seorang mantan perwira KGB, Putin telah mendominasi lanskap politik Rusia selama dua dekade.

Pengkritik Kremlin dan politisi oposisi, Alexei Navalny, mengatakan dia yakin Putin sekarang akan menjadi ‘presiden seumur hidup’, sementara sekutu Navalny, Ivan Zhdanov, menyamakan langkah itu dengan kudeta konstitusi.

"Menarik melihat situasi yang muncul," kata Navalny dalam cuitan setelah pidato Putin. "Putin telah berkuasa selama 20 tahun tetapi dia akan mencalonkan diri untuk pertama kalinya."

Aktivis oposisi mengatakan mereka berencana melakukan aksi protes atas apa yang oleh sebagian orang disebut penulisan ulang Konstitusi untuk kepentingan elit penguasa.

Satu kelompok mengatakan telah mengajukan izin untuk menggelar demonstrasi pada 21 Maret. (Al Jazeera/OL-1)

BERITA TERKAIT