11 March 2020, 08:10 WIB

FKUB Sebut Kota Pematangsiantar Masuk Zona Merah Pilkada 2020


Apul Iskandar | Nusantara

KETUA Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumatra Utara, Maratua Simanjuntak menyebut Kota Pematangsiantar adalah salah satu kota yang masuk zona merah dalam Pilkada 2020. Posisi zona merah ini terungkap saat rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda se Kota Pematangsiantar, Selasa (10/3).

"Walaupun Kota Pematangsiantar disebut zona merah, semua dinamika yang terjadi terselesaikan dan terpecahkan. Dengan segala konsuensi, argumentasi, serta perdebatan, namun konflik yang ada di Kota Pematangsiantar dapat kita selesaikan dan tidak sampai meruncing, serta merugikan masyarakat Kota Pematangsiantar," kata Maratua.

Sebelumnya Wali Kota Pematangsiantar, Hefriansyah mengatakan Kota Pematangsiantar pantas dijuluki sebagai kota paling toleran dengan sebutan Siantar The Most Tolerance City (Kota Toleransi). Sebab segala dinamika serta konflik yang terjadi di Kota Pematangsiantar bisa dipecahkan dan diselesaikan.

"Semuanya dapat diselesaikan dengan kerukunan serta berbudaya, sehingga Kota Pematangsiantar pantas disebut kota paling toleran", ujarnya.

baca juga: Enam Calon Independen di Jabar Diverifikasi

Pada kesempatan sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Linmas Kota Pematangsiantar, Soefie M Saragih menyampaikan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, diperlukan terciptanya integritas dari seluruh pihak agar Pilkada 2020 di Kota Pematangsiantar bisa berjalan lancar.

Soefie berharap  kepada Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kota Pematangsiantar agar menyusun rencana aksi terpadu penanganan konflik sosial tingkat Kota Pematangsiantar. (OL-3)

 

 

 

BERITA TERKAIT