11 March 2020, 09:10 WIB

Jadikan Pancasila Tuan Rumah di Negeri Sendiri


Putra Ananda | Politik dan Hukum

KERJA sama seluruh elemen dan lembaga negara amat dibutuhkan dalam rangka memperkuat nilai-nilai Pancasila.

"Seluruh elemen bangsa Indonesia harus bekerja sama. Kolaborasi MPR dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) akan membuat Pancasila kembali menjadi tuan rumah di negerinya sendiri," kata Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat menerima kunjungan BPIP di gedung parlemen, Jakarta, kemarin.

Selama ini, kata dia, Pancasila terkesan terasingkan dari ingar bingar reformasi dan pertarungan politik para elite. Padahal, kelima sila yang ada dalam Pancasila memiliki musuh utama yang harus dihadapi bersama, yaitu intoleransi, pelanggaran HAM, disintegrasi, liberalisasi demokrasi, serta kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Turut hadir mendampingi Bamsoet, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat, Ahmad Basarah, Jazilul Fawaid, Syarief Hasan, Hidayat Nur Wahid, Zulkifli Hasan, dan Fadel Muhammad. Sementara itu, dari BPIP yang hadir antara lain Kepala BPIP Yudian Wahyudi, Hariyono, FX Adji Samekto, Baby Salamah, Rima Agristina, Benny Susetyo, dan Karjono.

Lebih lanjut, Bamsoet mengatakan penafsiran Pancasila seolah dilepaskan ke pasar bebas pascareformasi 1998. Hal itu ditandai hapusnya TAP MPR RI Nomor II Tahun 1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).

Selain itu, imbuhnya, pembubaran Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7), serta penghapusan mata pelajaran Pancasila sebagai pelajaran pokok di sekolah dan perguruan tinggi, turut menggerus pemahaman akan Pancasila.

"Negara kehilangan kuasa dalam membina mental ideologi bangsa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Akibatnya, ideologi transnasional yang tak sesuai jati diri bangsa dengan mudah menginfiltrasi berbagai sendi kehidupan masyarakat. Bangsa Indonesia seperti tercabut dari akar jati dirinya," urai Bamsoet.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menambahkan, MPR dan BPIP sepakat untuk mendorong kembali Pancasila sebagai kurikulum wajib yang ada di bangku sekolah. Kesepakatan tersebut akan diambil melalui perubahan atau revisi undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

"MPR akan mengadakan MoU dengan BPIP dalam rangka pembinaan idiologi Pancasila dan menyepakati adanya narasi yang sama terkait sejarah dan materi Pancasila," paparnya. (Uta/P-3)

BERITA TERKAIT