11 March 2020, 07:48 WIB

Gara-Gara Virus Korona, Sanders dan Biden Batalkan Kampanye


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

MEREBAKNYA virus korona baru (Covid-19) memengaruhi kegiatan kampanye presiden Amerika Serikat, Selasa (10/3). Calon utama Partai Demokrat, Bernie Sanders dan Joe Biden, keduanya membatalkan acara besar mereka karena kekhwatiran akan wabah tersebut.

Kampanye Sanders, 78, mengatakan telah membatalkan kampanye yang dijadwalkan pada Selasa (10/3) malam di Cleveland, Ohio, di tengah kekhawatiran akan virus mematikan itu.

Mike Casca, juru bicara senator asal Vermont itu, mengatakan tim kampanye membatalkan acara itu karena khawatir dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

"Kami mengindahkan peringatan publik dari pejabat Negara Bagian Ohio, yang telah mengomunikasikan keprihatinan tentang mengadakan acara besar di dalam ruangan selama wabah virus korona," kata Casca.

"Senator Sanders ingin menyampaikan penyesalannya kepada ribuan warga Ohio yang telah berencana menghadiri acara malam ini," imbuhnya.

Baca juga: Joe Biden Andalkan Dukungan Michigan

Sementara itu, seorang juru bicara Biden pada awalnya mengisyaratkan acara wakil presiden itu di Cleveland akan berjalan sesuai jadwal. Namun, tim kampanyenya kemudian merilis sebuah pernyataan yang mengatakan acara itu batal juga.

Pada Senin (9/3), Biden mengatakan kepada NBC News ia akan mengindahkan saran dari otoritas kesehatan terkait kampanye.

"Saya mengantisipasi saran CDC (pusat pengendalian penyakit AS) tentang itu," kata Biden. "Kami akan mengikuti rekomendasi para ahli dan jika mereka menyimpulkan seharusnya tidak ada demonstrasi dalam ruangan yang besar, maka kami akan menghentikan demonstrasi dalam ruangan yang besar."

Di sisi lain kegiatan kampanye, para pejabat pemilu di negara-negara bagian akan mengadakan primary pada Selasa (10/3) dan akhir bulan ini berusaha keras untuk membuat rencana darurat jika penyebaran virus lebih lanjut.

Pejabat pemerintah di Florida, yang memegang melaksanakan primer pada 17 Maret, mendesak para pemilih untuk mencoblos lebih awal, dan Arizona, di tanggal yang sama, bersiap-siap untuk menghadapi kemungkinan pekerja pemungutan suara tidak keluar rumah karena takut atau sakit.

Pejabat menyisir melalui database relawan di seluruh negara bagian untuk mengidentifikasi penggantian potensial jika diperlukan, menurut Departemen Luar Negeri Arizona.

Di Cook County, Illinois, yang meliputi Kota Chicago, para pejabat mengupayakan aturan untuk bisa memperpanjang jam pemungutan suara pada 17 Maret, menugaskan kembali lokasi pemungutan suara awal dan bahkan mengubah hari pemungutan suara jika terjadi keadaan luar biasa, menurut Frank Herrera, juru bicara untuk kantor panitera kabupaten.

Di Mississippi, yang juga melaksanakan pencoblosan pada Selasa, Sekretaris Negara Bagian Michael Watson menawarkan tips dan saran kesehatan.

"Kami mendorong pemilih memastikan mereka mencuci tangan sesering mungkin dan terus mempraktikkan kebersihan yang baik," ujarnya dalam sebuah pernyataan. "Dengan tidak ada kasus yang dikonfirmasi di negara bagian kami, kami jelas tetap berhati-hati. Kami mendorong semua warga Mississipi untuk memilih."

Pada Minggu, direktur komunikasi kampanye Presiden Donald Trump Tim Murtaugh mengatakan kegiatan kampanye ‘berjalan seperti biasa’. Tetapi mereka belum mengumumkan kampanye lain setelah yang terakhir di North Carolina pada 2 Maret. (Al Jazeera/OL-1)

BERITA TERKAIT