11 March 2020, 07:50 WIB

Enam Calon Independen di Jabar Diverifikasi


Benny Bastiandy | Nusantara

ENAM pasangan bakal calon kepala daerah dari jalur perseorangan memasuki tahap verifikasi administrasi untuk mengikuti Pilkada 2020 di lima dari delapan daerah yang akan menggelar pilkada di Jawa Barat (Jabar). Kabupaten Cianjur memiliki dua pasangan perseorangan atau independen.

Selain dua pasangan yang akan mengikuti pilkada di Cianjur, empat pasangan lainnya berada di Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran, Indramayu, dan Kabupaten Karawang. Di tiga daerah lainnya tidak terdapat calon perseorangan, yakni Kota Depok, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sukabumi.

Pasangan perseorangan yang telah memasuki tahapan verifikasi administrasi di Kabupaten Cianjur itu ialah Muhammad Toha-Ade Sobari dan Dadan Supardan-Irvan Helmy Khadafi. Proses verifikasi di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, kemarin, dipantau Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar.

"Pengawasan yang dilakukan Bawaslu Jabar dan Bawaslu Kabupaten Cianjur lebih kepada aspek prosedur. Selebihnya kami diskusi menyangkut Pilkada Cianjur ke depan seperti apa," kata Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan seusai memantau proses verifikasi administrasi.

Ia mengatakan, syarat minimal dukungan calon perseorangan sebesar 6,5% atau 108.354 lembar Form B.1-KWK. Dukungan itu harus tersebar di 50% + 1 jumlah wilayah kecamatan. Di Kabupaten Cianjur terdapat 32 kecamatan, sehingga sebaran dukungan minimal harus berada di 17 kecamatan.

Menurut Abdullah, angka dukungan yang menjadi syarat itu terbilang besar. Oleh karena itu penting bagi Bawaslu untuk memastikan dokumen dukungan yang diserahkan pasangan bakal calon kepala daerah ke KPU terverifikasi secara administrasi maupun faktual.

Sementara itu, KPU Palu, Sulawesi Tengah, akan menyajikan data pemilih berkualitas menjelang pilkada serentak pada 23 September mendatang. Ketua KPU Palu Agussalim Wahid mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait guna pemutakhiran data pemilih.

"Data pemilih selalu menjadi persoalan di setiap pemilu. Makanya KPU Palu tidak mau itu terjadi lagi sehingga pemutakhiran data menjadi sangat penting," katanya.

Menurut Agussalim, pihaknya belum lama ini telah menyelesaikan seleksi tertulis untuk calon Panitia Pemungutan Suara (PPS). Setelah itu, pihaknya akan melaksanakan pencocokan dan penelitian data pemilih.

Menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat 2020, sebanyak 15 anggota Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) se Kota Payakumbuh, dilantik, kemarin. Anggota PPK sebanyak itu berasal dari lima kecamatan. Kelima kecamatan tersebut ialah Payakumbuh Barat, Payakumbuh Utara, Payakumbuh Timur, Payakumbuh Selatan, dan Kecamatan Lamposi Tigo Nagari.

Ketua KPU Kota Payakumbuh Haidi Mursal berharap dengan pelantikan anggota PPK, mereka dapat bekerja sama sesuai tupoksi demi kesuksesan pemilihan gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada 2020.

Polri amankan

Terkait dengan pesta demokrasi tersebut, Polri siap melakukan pengamanan, selain pengamanan PON XX di Papua. Oleh karena itu, Polri melakukan rapat kerja teknis (ra-kernis) di Pusdik Sabhara Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Rakernis Badan Pemelihara Keamanan Polri 2020 itu dibuka Wakil Kepala Polri Komjen Gatot Eddy Pramono. Sebelum membuka rakernis, Wakapolri sempat meninjau pasukan Sabhara di Pusdik Sabhara Porong. (TB/YH/HS/LD/RF/AP/N-1)

BERITA TERKAIT