11 March 2020, 07:30 WIB

Di Tengah Karantina, Jaringan Transportasi Italia Kacau


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

HUBUNGAN transportasi Italia dengan negara-negara lain mengalami kekacauan, Selasa (10/3)--tetapi tidak ditutup sepenuhnya--menyusul pembatasan drastis pemerintah 'Negeri Piza' itu dalam aktivitas perjalanan untuk menangkal virus korona baru (Covid-19).

British Airways membatalkan semua penerbangan dari Italia pada Selasa, (10/3) sementara maskapai berbiaya rendah, Ryanair dan Wizz Air, mengatakan mereka akan membatalkan penerbangan dari bandara Italia hingga awal April.

Pemerintah Spanyol, Selasa (10/3), mengatakan mereka menangguhkan semua lalu lintas udara dari Italia selama dua minggu, sementara Austria mengatakan akan memperkenalkan pembatasan baru pada kedatangan dari Italia.

Namun, di bandara utama Fiumicino di Roma masih ada layanan berjalan ke tujuan di Eropa dan seterusnya pada Selasa (10/3) sore serta ke tujuan domestik Italia.

Baca juga: Seluruh Italia Masuk Status Karantina

Penerbangan juga masih lepas landas dari Bandara Ciampino yang lebih kecil, yang sebagian besar digunakan oleh maskapai berbiaya rendah.

Turis menyambut kesempatan yang tersisa untuk angkat kaki dari negara itu meski mereka menghadapi masa inap yang lebih lama daripada yang diperkirakan.

"Kami dapat pulang karena kami mendapat pesan dari penerbangan kami," kata Mina, 58, warga negara India, kepada AFP di sebelah Colosseum yang sepi di Roma.

Dia dan keluarganya sedang menunggu informasi lebih lanjut dari maskapai mereka, imbuhnya.

Perusahaan ADR yang mengelola bandara Roma mengatakan semua penumpang yang tiba dan semua yang menuju tujuan di luar zona Schengen akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan harus melewati pemindai termal untuk mendeteksi potensi demam.

Sedangkan untuk perjalanan kereta api, polisi yang mengenakan masker di stasiun kereta utama Termini di Roma sedang memeriksa alasan penumpang untuk bepergian dan memastikan semua orang menjaga jarak yang direkomendasikan satu meter dari satu sama lain.

Namun pemberitahuan keberangkatan tidak menunjukkan tanda-tanda pembatalan. (CNA/OL-1)

BERITA TERKAIT