11 March 2020, 06:50 WIB

Dua Pasien Korona Dipastikan Sembuh


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

KABAR baik dari pasien positif korona baru (covid-19) di Indonesia.

Hasil uji laboratorium terhadap dua pasien, yaitu kasus 6 dan kasus 14, dinyatakan sudah negatif korona.

Hal itu disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, di Istana Presiden Jakarta, kemarin. "Dari 19 kasus positif, kasus 6 yang pemeriksaannya memasuki hari kelima sudah negatif. Begitu juga kasus 14 menjadi negatif," kata Yuri, sapaan akrab Achmad Yurianto.

Kasus 6 merupakan kru kapal Diamond Princess yang diobservasi di RS Persahabatan Jakarta. Adapun kasus 14 tertular korona di luar negeri (imported case).

"Baru sekali (hasil tes). Butuh pemeriksaan dua hari lagi. Kalau tetap negatif, tidak perlu dirawat. Kami fokus meningkatkan daya tahan tubuh agar imunitas naik," ujar Yuri.

Yuri juga melaporkan tambahan pasien positif korona sebanyak delapan kasus, dua di antaranya warga negara asing (WNA). Dengan demikian, daftar pasien positif kini menjadi 27 kasus.

Pasien kasus 20 perempuan 70 tahun, pasien kasus 21 perempuan 47 tahun subklaster Jakarta, pasien kasus 22 perempuan 36 tahun imported case, kasus 23 perempuan 73 tahun imported case, kasus 24 laki-laki 46 tahun imported case, kasus 25 perempuan 53 tahun imported case, kasus 26 WNA laki-laki 46 tahun juga imported case, dan kasus 27 laki-laki 33 tahun dengan penularan lokal.

Adapun kondisi 6 pasien positif korona yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso semakin stabil. Menurut Direktur Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSPI, Dyani Kusumowardhani, keluhan pasien batuk tanpa demam maupun flu. "Kemarin kami merawat 10 pasien, tetapi satu sudah pulang. Kini, tinggal 9 pasien dengan 6 pasien positif dan 3 lagi dalam pengawasan."

 

Konsistensi

Sementara itu, kemarin Vietnam mengumumkan 16 pasien korona di negara itu dinyatakan telah sembuh. "Kami memenangi perang putaran pertama, tetapi situasi ini bisa sangat tidak terduga," kata Wakil PM Vietnam Vu Duc Dam.

Perwakilan WHO di Vietnam, Kidong Park, mengakui keberhasilan Vietnam dilandasi sikap proaktif dan konsistensi dalam mitigasi wabah.

AFP/Nhac NGUYEN

Petugas Kesehatan dengan memakai pakaian pelindung menyemprotkan cairan disinfektan dikawasan wisata Pagoda Ngoc Son di Hanoi, Vietnam.

 

Di Tiongkok pun sejumlah rumah sakit yang sempat dipenuhi pasien beberapa pekan lalu, kini ranjang pasien tampak kosong. Laporan WHO yang dirilis akhir Februari itu berdasarkan survei ahli epidemiologi Tim Eckmanns dari Robert Koch Institute.

Laporan itu mengatakan kewajiban penguncian (lockdown) Kota Wuhan dan wilayah lain di Provinsi Hubei membuat sekitar 50 juta orang berada di bawah karantina.

"Itu efektif mencegah ekspor virus korona ke seluruh negeri. Tiongkok membangun dua rumah sakit khusus di Wuhan dalam waktu seminggu. Di Wuhan lebih dari 1.800 anggota tim melacak puluhan ribu kontak. Semua langkah Tiongkok mengajarkan kepada dunia pelajaran baru," tandas ahli epidemiologi dari Imperial College London, Steven Riley. (Ata/Hym/X-3)

 

BERITA TERKAIT