11 March 2020, 06:30 WIB

Mengatasi Tantangan Masa Depan Layanan Glaukoma


(RO/H-2) | Humaniora

UNIVERSITAS Indonesia (UI) menggelar acara pengukuhan dua guru besar tetap Fakultas Kedokteran UI di Aula IMERI (Indonesian Medical Education and Research Institute) FKUI di bilangan Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (29/2).

Salah satu guru besar tetap yang dikukuhkan ialah Prof Dr dr Widya Artini Wiyogo SpM(K), staf pengajar di FKUI departemen mata dan juga dokter spesialis mata yang berpraktik di JEC Eye Hospitals and Clinics.

Dalam acara yang berlangsung secara terbuka ini, Widya menyampaikan pidato bertajuk Mengatasi Tantangan Masa Depan Layanan Glaukoma di Indonesia: Optimalisasi Intervensi Bedah Glaukoma.

Glaukoma merupakan salah satu dari lima penyebab kebutaan terbesar, baik di dunia maupun di Indonesia. Penyakit ini, kata Widya, belum bisa disembuhkan secara total. Namun, dengan terapi yang tepat, progresivitas penyakitnya bisa dikontrol.

"Salah satu solusi kunci untuk mengatasi tantangan glaukoma di Indonesia adalah melalui pengembangan sumber daya yang sudah ada, mencakup peningkatan keterampilan dokter mata umum dalam melakukan pembedahan primer glaukoma serta peningkatan keterampilan dokter umum sebagai ujung tombak layanan kesehatan untuk melakukan screening dan diagnosis glaukoma dengan tepat sejak stadium awal penyakit," kata Widya dalam pidatonya.

Widya juga memandang penting integrasi revolusi industri 4.0 dalam pengobatan glukoma melalui pemanfaatan teknologi, modernisasi sistem akses, dan pengelolaan data digital (cyber physical systems) ke dalam solusinya.

Hal itu juga yang telah dilakukan JEC Eye Hospitals dan Clinics dengan membuka Glaukoma Service, dimulai dari pemeriksaan tekanan bola mata dengan akurasi yang sangat tinggi (goldmann applanation tonometry), evaluasi struktur saraf mata (optical coherence tomography dan heidelberg retinal tomography), pemeriksaan luas lapang pandang (humphrey visual field perimetry), pemeriksaan sudut bilik mata depan (gonioscopy), hingga pemeriksaan ketebalan kornea mata (pachymetry).

Pada pasien yang memerlukan tindakan operasi, pasien dapat menjalani tindakan operasi dengan implan dan istent (metode bedah terbaru dengan minimal invasive menggunakan small titanium implant). (RO/H-2)

BERITA TERKAIT