11 March 2020, 06:00 WIB

Diabetes Melitus Pintu Masuk Gagal Ginjal


(Ata/H-2) | Humaniora

DALAM rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia yang jatuh setiap 12 Maret setiap tahunnya, PT Kalbe Farma Tbk mengadakan edukasi dan memfasilitasi skrining awal penyakit ginjal kepada masyarakat luas. Salah satu yang perlu dicek ialah tensi dan kadar gula pada darah.

Dalam kesempatan itu, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM Suhardjono mengatakan tingginya kadar gula pada darah ialah sinyal berbahaya pada tubuh. Munculnya penyakit diabetes melitus (DM) tipe 2 dan hipertensi (tekanan darah tinggi) bisa berujung pada kegagalan organ lainnya, seperti ginjal.

Karena itu, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal ialah dengan mengendalikan kedua penyakit tersebut. "Penyakit diabetes harus dicegah. Kenapa? Diabetes tipe 2 adalah penyebab utama penyakit ginjal kronis (PGK) dan 44% pasien gagal ginjal ialah penyandang diabetes," kata Suhardjono.

Kepala Laboratorium RS St Carolus Bettia M Bermawi menambahkan, selain terdeteksi lewat kadar glukosa darah, PGK juga bisa dilihat dari air kencing (urine), dan perubahan tubuh lainnya. "Perubahan gejalanya gak dirasakan penderita atau orang terdekat. Gampang capek, lemah, napasnya bau, kurang nafsu makan, urine berbusa, kadang juga jumlah urinenya beda, makin sedikit atau makin sering," kata Bettia.

Apabila terdapat gejala-gejala tersebut, imbuhnya, masyarakat agar memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Pasalnya, penanganan yang terlambat bisa memperparah kondisi. "Saat ada kegagalan ginjal, kerusakan, neufron ini sulit kembali lagi. Tidak bisa ditandingi. Karena kita terus menimbun tubuh kita dengan makanan yang enggak sehat, tidurnya kurang, dan stres enggak dijaga. Ini paling besar memicu peradangan," tandasnya.

Melansir data Riskesdas 2018, di Indonesia prevalensi penyakit ginjal kronis mencapai angka 3,8 per mil. Angka tersebut meningkat dari 2,0 per mil pada 2013, berarti ada 3.800 orang yang mengidap PGK dari 1 juta orang.

Sekitar 60% penderita gagal ginjal tersebut harus menjalani terapi dialisis. Pada 2016, penyakit ginjal kronis merupakan penyakit katastropik kedua terbesar setelah jantung yang menghabiskan biaya kesehatan sebesar Rp2,6 triliun.

Head of Kalbe Ethical Customer Care (KECC) PT Kalbe Farma Tbk, Agnes Wiraraharja, mengaku pihaknya akan terus mengampanyekan hidup sehat agar masyarakat Indonesia bisa terhindar dari penyakit ginjal kronis itu. "Lakukan deteksi dini agar tertangani sejak awal. Maka, peluang untuk sembuh pun jauh lebih besar," ucapnya. (Ata/H-2)

BERITA TERKAIT