11 March 2020, 04:00 WIB

Berharap Tuah Keangkeran Anfield


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

KALAH 0-1 saat melawat ke markas Atletico Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions tiga pekan silam, tidak lantas membuat Liverpool berada dalam neraka. Peluang 'Si Merah', julukan Liverpool untuk membalikkan keadaan tetap terbuka lebar walau harus menang dengan selisih minimal dua gol.

Pada leg kedua di Anfield, dini hari nanti, Liverpool tetap menjadi favorit. Selain memiliki kekuatan yang mumpuni, Liverpool sangat jemawa jika tampil di kandang.

Dalam 25 laga kandang terakhir di semua kompetisi, Liverpool belum terkalahkan dengan meraih 23 kemenangan dan dua kali imbang. Bahkan, dalam 22 laga kandang terakhir di Liga Primer, 'Si Merah' mampu menyapu bersih kemenangan

Anfield memang terkenal dengan keangkerannya. Tim kuat Spanyol, Barcelona, bahkan pernah merasakan bagaimana pahitnya disingkirkan Liverpool di Anfield.

Menang 3-0 di leg pertama, Barcelona akhirnya tersingkir setelah kalah 0-4 di Anfield pada babak semifinal Liga Champions musim 2018/2019. Terakhir kali Liverpool kalah di Anfield, yakni saat melawan Chelsea di ajang Piala Liga pada September 2018.

Punggawa Liverpool James Milner meyakini malam menakjubkan akan kembali terjadi di Anfield dengan membalikkan keadaan dari Atletico. "Kami tahu mereka sangat terorganisasi, tapi kami akan terus menekan mereka dan membalikkan keadaan, serta menjadi malam yang menakjubkan di Anfield," kata Milner.

Di kubu Atletico Madrid, kemenangan di leg pertama tidak akan dibuang sia-sia. Pemain belakang Felipe mengaku akan menghentikan Liverpool merayakan malam yang menakjubkan di Anfield.

"Kami tahu Liverpool sangat tangguh di kandang mereka. Mereka kuat secara bertahan dan menyerang, kami tahu soal ini. Kami telah melakukan di leg eprtama, kami akan kembali melakukannya," kata Felipe.

Bertekad patahkan kutukan

Laga sengit di babak 16 besar juga akan tersaji di Parc des Princes saat Paris Saint Germain (PSG) menjamu Borussia Dortmund. PSG bertekad membalikkan keadaan setelah kalah 1-2 pada leg pertama.

Laga ini akan jadi pertaruhan besar pelatih PSG, Thomas Tuchel, untuk membawa timnya lolos ke perempat final. Tuchel harus mematahkan kutukan PSG yang selalu terhenti di babak 16 besar pada tiga edisi terakhir Liga Champions.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Tuchel mengandalkan ketajaman Kylian Mbappe untuk membawa kemenangan. Pemain berusia 21 tahun itu tengah subur dengan torehan 30 gol musim ini.

Mbappe akan beradu dengan penyerang Dortmund, Braut Erling Haaland, yang juga tak kalah tajam. Haaland telah mencetak 12 gol dari 10 laga bersama Die Borussen, termasuk dua gol ke gawang PSG pada leg pertama.

Meski bertajuk big match, sayangnya laga kedua kesebelasan ini akan digelar tanpa penonton. Keputusan laga digelar di stadion tertutup merupakan imbas merebaknya virus korona baru atau covid-19 di Paris. (AFP/goal.com/R-1)

BERITA TERKAIT