10 March 2020, 20:25 WIB

Tempat Wisata Tokyo Nyaris Sepi Akibat Korona


Nur Aivanni | Internasional

Restoran-restoran di pasar ikan Tsukiji di Tokyo biasanya dipenuhi turis yang ingin mencicipi beberapa sushi terkenalnya. Namun, kini restoran-restoran nampak kosong.

Koki Hiroshi Ota, 61, mengatakan hampir tiga perempat pelanggannya di waktu normal adalah turis Tiongkok. Kini, mereka terhalang oleh kebijakan Pemerintah Jepang yang meminta setiap orang dari Tiongkok dan Korea Selatan untuk mengkarantina diri sendiri selama dua minggu.

"Itu (kondisi) normal sampai sekitar Desember, tetapi setelah itu, orang-orang berhenti datang dari Tiongkok selama Tahun Baru Imlek. Jalan-jalan dan toko-toko di sini hampir kosong," katanya kepada AFP, dikutip dari France24, Selasa (10/3).

Toko tuna di sebelah restorannya, kata Hiroshi, telah ditutup sementara karena sepi pelanggan padahal biaya operasional tetap tinggi. Bahkan toko-toko yang biasanya buka untuk layanan makan siang telah menurunkan penutup besi bergelombang mereka.

Noriko Suzuki, 63, yang menjual bulu babi dan tiram di pasar juga mengeluhkan hal yang sama. Dia menyampaikan adanya penurunan jumlah pelanggan yang tajam terutama dari Tiongkok sejak adanya wabah virus korona. "Saya belum melihat seorang pun di jalan pagi ini," katanya.

Perdana Menteri Shinzo Abe telah menetapkan target 40 juta wisatawan untuk mengunjungi Jepang pada 2020, ketika negara itu bersiap untuk menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade.

Tetapi virus korona yang telah menginfeksi lebih dari 110.000 orang di seluruh dunia, termasuk lebih dari 500 orang di Jepang, telah meredam pariwisata di seluruh dunia. Bahkan Olimpiade pun masih dipertanyakan.

Baca juga; Virus Korona Ancam Perhelatan Olimpiade Tokyo 2020

Turis Tiongkok dan Korea "telah menghilang" dari jalanan di Jepang, kata seorang wanita yang menjual makanan di Senso-ji, sebuah kuil di Tokyo yang merupakan salah satu daya tarik wisata terbesar di ibukota.

Jalan-jalan yang biasanya penuh sesak jauh lebih sepi dari biasanya. "Kurang dari setengah jumlah wisatawan yang biasanya. Kita harus hidup dengan ini untuk saat ini, tapi media seharusnya tidak terlalu bersemangat tentang virus. Ini menimbulkan perasaan negatif dan juga mempengaruhi bisnis yang baik-baik saja," kata seorang pedagang di sebuah toko tas travel di jalan yang mengarah ke kuil yang menolak menyebutkan namanya.

Di pulau utara Hokkaido, pariwisata telah turun secara signifikan karena wabah virus korona, kata Masahi Isobe, dari kantor pariwisata setempat.

"Turis Tiongkok mencakup lebih dari seperempat wisatawan asing ke Hokkaido. Dengan langkah-langkah pemerintah, tidak akan ada pengunjung Tiongkok atau Korea di sini dan ini akan membuat dampak yang besar," katanya.

BERITA TERKAIT