10 March 2020, 19:40 WIB

Banyak Hoaks Korona, Dewan Pers Minta Media Cerahkan Publik


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

KETUA Dewan Pers, Muhammad Nuh, meminta media massa berpartisipasi dalam edukasi masyarakat terkait virus korona (COVID-19). Khususnya, melalui pemberitaan untuk melawan penyebaran berita bohong (hoaks).

"Dalam kondisi yang seperti ini, partisipasi publik, sangat mutlak.  Media harus bisa mengajak masyarakat dalam bentuk penyebaran informasi yang benar tentang korona. Termasuk penyebaran dan dampak dari (wabah) korona," kata Nuh dalam diskusi publik di Jakarta, Selasa (10/3).

Ketika masyarakat sudah mengetahui persis duduk perkara, potensi panik dapat diminimalkan. Kepanikan masyarakat dapat dicegah dengan pemberitaan yang positif dan transparan.

"Karena itu yang kita hindari jangan sampai panik. Kalau sampai panik menjadikan responnya kacau," imbuh Nuh.

Baca juga: Marak Hoaks Korona, Menkominfo Ingatkan Ancaman Pidana

Terkait informasi jumlah korban yang terus bertambah, Nuh menilai sebaiknya diberitakan secara transparan, berdasarkan fakta di lapangan.

"Kalau fakta realita di lapangan, ya disampaikan. Jangan sampai ditutupi. Oleh karena itu, sekarang ini hati-hati. Kalau menurut teori a teori b, kita harus lebih waspada dengan cara a,b,c,d. Jangan sampai disampaikan paling banter sudah 19 (kasus positif) saja," terangnya.

Menyoroti pemberitaan terkait virus korona, media di Indonesia juga bisa belajar dari sejumlah negara, yang mampu mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan akurat, mudah dipahami dan transparan.

"Sampaikan dengan baik, belajar dari negara lain seperti apa. Sehingga, masyarakat aware. Sesuatu kalau udah siap, itu nyaman. Sama dengan kita ujian, kalau sudah siap, dikasih soal apapun bisa jawab," pungkas Nuh.(OL-11)

BERITA TERKAIT