10 March 2020, 19:40 WIB

Sebagian Pabrik Bahan Baku Tiongkok Mulai Beroperasi Kembali


M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono, mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan bahan baku yang berasal dari Tiongkok kembali beroperasi meski belum semua. Hal itu tentu menjadi kabar baik bagi para pelaku industri, khususnya pengusaha Indonesia, sebab Tiongkok merupakan pengekspor produsen bahan baku.

"Menurut informasi dari kalangan dunia usaha saat ini memang sudah dibuka dengan kapasitas terbatas, Ya masih belum kapasitas 100%," kata Sigit saat dihubungi, Selasa (10/3).

Baca juga: Pengganti Tiongkok, Pemerintah Mencari Importir Negara Lain

Meski begitu pemerintah tetap melakukan antisipasi dan mengeluarkan strategi untuk menggenjot pelaku industri agar tidak mengharapkan bahan baku dari Tiongkok.

"Ya tentunya strategi hilirisasi dan substitusi impor harus kita genjot supaya tidak terlalu bergantung impor dari satu negara saja," ujar Sigit.

Sebelumnya diberitakan bahwa sebagain besar industri di Tiongkok akibat penyebaran virus Korona (Covid-19). Padahal 30% bahan baku industri Indonesia  merupakan impor dari Tiongkok.

Sementara itu, Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, memiliki dua opsi solusi yang bisa dilakukan baik dalam jangka pendek maupun jangka menengah dan panjang. Untuk jangka pendek, kemungkinan Indonesia masih harus mencari bahan baku dari negara lain atau impor pengganti dari selain Tiongkok.

Hal itu perlu dilakukan karena Indonesia belum memiliki kemampuan produksi bahan baku tersebut. Untuk jangka menengah dan panjang, kondisi saat ini bisa menjadi kesempatan bagi pemain baru di industri. Para pemain baru berkesempatan untuk melakukan investasi pada produk-produk impor yang akan menjadi substitusi. (Iam/A-1)

BERITA TERKAIT