10 March 2020, 22:45 WIB

Anak SD Edarkan Narkoba kepada Teman


MI | Megapolitan

INDUSTRI pembuat narkoba semakin berani beroperasi di perumahan. Pengurus RT dan RW berikut warga diminta mau peduli terhadap aktifitas tetangga yang mencurigakan.   

Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menemukan pabrik narkoba rumahan di Jalan Teluk Permata, Jakarta Utara, Selasa (10/3). Dua tersangka berinisial Z dan F berhasil ditangkap.   

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Arman Depari mengatakan pihaknya mengetahui adanya kegiatan ilegal di rumah tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar yang menaruh kecurigaan.

Dari informasi masyarakat, BNN melakukan penyelidikan selama beberapa hari untuk memastikan. “Kelihatannya rumah ini didesain sedemikian rupa sehingga tak seperti produksi rumahan. Padahal menghasilkan produksi cukup banyak,” ucapnya.

Berdasarkan bahan-bahan yang disita, pelaku memproduksi narkoba jenis sabu. Selain kedua tersangka, BNN juga menjadikan terpidana A yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Jawa Tengah sebagai tersangka. A diduga sebagai bos pemodal sabu berdasarkan video telepon, kontak telepon, dan teks yang disita polisi.

Secara terpisah, Satuan Reserse Narkoba Kepolisan Resor Bogor mengungkap kasus industri rumahan pembuatan narkoba jenis tembakau sintetis (gorila), Selasa (10/3).

Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy mengungkapkan dalam kurun waktu 12 hari, anggotanya berhasil mengungkap 13 kasus dan menangkap 14 tersangka.

Korban yang mengonsumsi tembakau sintetis itu bukan hanya orang dewasa. Penyebarannya ternyata sudah masuk ke sekolahan tingkat dasar.
“Selasa (10/3), ada salah satu sekolahan menyerahkan seorang anak SD kelas 5 kepada kita untuk dibina. Anak ini pemakai. Tapi parahnya, anak SD ini juga menjadi pengedar dengan memberikan kepada teman-temannya,” imbuh Kasat Reserse Narkoba Polres Bogor Ajun Komisaris Andri Alam. Anak SD tersebur memperoleh tembakau gorila lewat aplikasi jual beli daring. (Ykb/DD/J-2)

 

 

BERITA TERKAIT