10 March 2020, 22:20 WIB

Hati Mulia Diganjar Penghargaan


MI | Megapolitan

SUSANNA Idriyani kaget saat toko sembakonya yang terletak di Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, tiba-tiba ramai diserbu pembeli.

Bersama sang suami, Erwin, Susanna kewalahan membendung keinginan masyarakat yang ingin memborong barang sembako.  Saat itu, suami istri tersebut belum sadar bila beberapa saat sebelumnya, pemerintah mengumumkan adanya dua warga yang diduga terpapar korona pada 2 Maret silam. Mendengar pengumuman itu sebagian warga merasa seperti kiamat akan datang.

Warga mengalami panic buying dan memborong sembako karena terpengaruh oleh isu macam-macam dari pihak pengacau. Hasil penelusuran pemerintah menunjukkan ada 187 hoaks atau berita bohong terkait virus korona beredar sejak pemerintah mengumumkan ada warga perpapar korona.

Bagi Susanna dan Erwin, alih-alih memanfaatkan situasi untuk menggandakan keuntungan, mereka justru membuat langkah berbeda. Bukan seperti toko lainnya yang menaikkan harga, suami istri itu malah membatasi pembelian sekalipun ditawarkan harga lebih mahal.

“Hati kami kayak gitu, kita sedih penyakit itu sudah masuk ke Indonesia. Banyak orang malah panik, mau borong barang. Kami memutuskan tetap jual sembako dengan harga normal dan mencoba ikut menenangkan masyarakat agar tak panik,” tambahnya.

Susanna yang sudah 30 tahun berjualan sembako terus menyampaikan kepada pembeli bahwa stok barang kebutuhan pokok sangat cukup. Selama ini tokonya memang menjadi langganan puluhan warung kecil di sekitaran Pasar Teluk Gong. “Kami sengaja simpan stok untuk pedagang-pedagang kecil yang biasa jual sembako supaya mereka bisa tetap jualan,” ujarnya.

Sambil melayani pembeli, Susanna pun berpesan agar masyarakat tak perlu panik perihal korona. Menurutnya, dengan menjaga kondisi tubuh selalu fit dan mencuci tangan agar selalu bersih adalah cara ampuh untuk menolah virus korona. “Jangan berlebihan!!” tukasnya kepada pembeli.  

Warga yang tadinya panik dengan perlahan tenang kembali dan membeli kebutuhan sesuai dengan keperluan. Atas aksinya tersebut, Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Hardi Susianto memberi penghargaan kepada wanita berusia 57 tahun itu.

Kapolres mengapresiasi Susanna dan suami yang teguh menjaga ketertiban masyarakat sebagaimana tugas kepolisian dan berhasil mencegah munculnya konflik.

Erwin mengaku bangga mendapat penghargaan dari kepolisian dan akan menjadikan momentum itu untuk berdagang dengan jujur dan baik. Ia juga berharap agar virus korona cepat hilang sehingga perekonomian Indonesia aman, stabil dan terkendali. (Yakub Pryatama Wijayaatmaja/J-2)

BERITA TERKAIT