10 March 2020, 18:55 WIB

Kans Tim Panjat Tebing Indonesia di Olimpiade Masih Terbuka


Akmal Fauzi | Olahraga

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) ngotot untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia 2020 yang sempat tertunda di Jepang. Kejuaraan itu menjadi satu-satunya peluang tim panjat tebing Indonesia mengirim wakilnya untuk berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.

Ketua Umum FPTI, Zannuba Ariffah Chafsoh mengatakan kejuaraan yang harusnya digelar di Jepang Mei 2020 resmi ditunda karena virus korona (COVID-19). Indonesia kemudian mengirim surat ke Federasi Panjat Tebing Asia (IFSC) untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah.

“Kami kirim surat tanggal 6 Maret kemarin. Dan nanti malam keputusannya melalui voting. Kalau Indonesia jadi tuan rumah kans untuk atlet Indonesia ke Olimpiade masih terbuka,” kata Yenny Wahid (panggilan akrab Zannuba) di Gedung Kemenpora, Jakarta, Selasa (10/3).

Yenny mengatakan Indonesia berpeluang untuk menjadi tuan rumah lantaran didukung beberapa negara Asia Tenggara. Pemenang dari kejuaraan itu akan dipastikan mendapat tiket ke Olimpiade Tokyo 2020.

“Banyak negara Asia Tenggara mendukung kami, tapi Korea Selatan menginginkan kejuaraan ini dibatalkan. Kalau batal, peluang dia di Olimpiade besar,” kata Yenny.

Baca juga: Virus Korona Ancam Perhelatan Olimpiade Tokyo 2020

Jika diputuskan menjadi tuan rumah, lanjut Yenny, kejuaraan itu akan digelar 19-22 April di Jakarta International Sport Climbing di Cakung, Jakarta Timur.

Sementara tentang atlet, Yenny menaruh harapan ke dua atlet putri Indonesia, Aries Susanti Rahayu dan Nurul Iqamah. Indonesia, kata Yenny, selama ini unggul di pada nomor speed. Namun, yang akan dipertandingkan pada Kejuaraan Asia adalah nomor kombinasi lead, speed dan boulder.

“Kami tetap optimis. Walaupun atlet-atlet kita ini unggul hanya di nomor speed. Tapi ini satu-satunya jalan. Lolos atau tidak sama sekali,” sambungnya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mendukung upaya atlet panjat tebing Indonesia untuk bisa tampil di Olimpiade. Jika Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia, pemerintah tentunya siap mendukung FPTI.

“Kita tunggu hasilnya, diputuskan jadi tuan rumah atau tidak. Setelah itu baru kita koordinasikan apalagi ini kan waktunya sudah sempit,” tandas Zainudin. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT