10 March 2020, 18:23 WIB

Jamur Liar Bikin Warga Tiga Desa Keracunan


Kristiadi | Nusantara

PULUHAN warga di Desa Kawali, Linggapura dan Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Ciamis, setelah mereka mengalami keracunan makan jamur yang tumbuh di areal perkebunan.

"Sebelum keracunan terjadi, awalnya 7 orang warga menebang kayu berada di Desa Kawali Senin (9/3) hingga mereka istirahat sejak dan melihat jamur yang tumbuh sebuah di tebing. Mereka mengambilnya dan mendapatkan satu karung. Jamur tersebut dibagikan kepada warga lain yang memintanya untuk di masak," kata Kepala Desa Kawali Ismail Marjuki, Selasa (10/3).

Ismail mengatakan, sebagai penawar warga yang telah makan itu sebagian berupaya minum susu hingga kelapa muda yang dibeli keluarganya tetapi 14 orang lagi dilarikannya ke RSUD Ciamis untuk mendapatkan perawatan. Namun, para korban selama makan jamur mengalami pusing, mual, muntah dan diare hingga petugas kesehatan juga sudah mengambil sample berupa jamur yang belum di masak.

"Para korban yang mendapatkan jamur kidang tersebut sebagian warga telah memasaknya tapi sebagian lagi hanya bisa disimpannya di dalam kulkas. Akan tetapi, dari mereka yang sudah memasak hingga dimakan merasakan pusing, mual, muntah dan buang air hingga keluarga pun membawanya ke puskesmas," ujarnya.

Keracunan yang terjadi langsung ditangani petugas kesehatan yang turun langsung mengambil sampel dan akan dilakukan uji di Laboratorium Bandung tetapi dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dan seluruh korban langsung mendapatkan tindakan yakni perawatan. Sedangkan, untuk sekarang diperkirakan para korban juga bisa bertambah karena semua jamur dibagikannya berjumlah 5 siung.

"Kami akan berupaya memantau para korban dan meminta agar pemerintah daerah supaya menggratiskan pengobatan pasien terutama yang mendapat perawatan. Karena, ini suatu bentuk musibah yang terjadi tetapi saya juga langsung melakukan sosialisasi kepada warga terutama jika menemukan jamur kembali agar jangan diambil mungkin mereka tidak tahu," pungkasnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT