10 March 2020, 18:11 WIB

DBD Efektif Diatasi Dengan Pola Hidup Sehat


Nurul Hidayah | Humaniora

SEJAK Januari hingga Februari 2020 tercatat 173 kasus demam berdarah dangeu (DBD) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dua orang diantaranya meninggal dunia.

"Jumlah kasus DBD di Cirebon selama dua bulan ada 173 kasus dengan dua orang meninggal," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, Selasa (10/3).  

DBD masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang banyak hidup di kawasan tropis dan sub tropis. Karena itu, Enny mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan sekitar mereka.

"Untuk mencegah DBD, masyarakat bisa melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk," ungkap Enny.

Baca Juga: Pengobatan DBD Paling Ampuh: Jaga Asupan Cairan

Mulai dari mengubur, menguras hingga menutup genangan air yang bisa menjadi tempat hidup nyamuk. Dengan pola hidup bersih, virus yang membawa berbagai penyakit baik itu DBD maupun korona tidak akan bisa masuk ke dalam tubuh manusia.

"Jangan juga panik dan resah," ungkap Enny. Karena kepanikan justru akan menurunkan daya tahan sehingga memudahkan virus masuk ke dalam tubuh.

Untuk pengasapan (fogging), Enny mengungkapkan pihaknya kerap  melakukannya. Hanya saja, fogging tidak bisa memberantas jentik-jentik nyamuk.  "Cara paling efektif memang dengan pola hidup sehat," tegas Enny.

Pada Januari, lanjut Enny, jumlah penderita DBD lebih tinggi dibandingkan  Februari. Di Januari, jumlah penderita DBD tercatat 90  kasus dengan dua orang meninggal dunia. Sedangkan pada Februari jumlah penderita DBD tercatat mencapai 83 kasus tanpa korban jiwa. (OL-13)

BERITA TERKAIT