10 March 2020, 17:51 WIB

Deman Berdarah Jangkit 19 Kecamatan di Temanggung


Toshi Wicaksono | Nusantara

PENYAKIT demam berdarah dengue (DB) masih berjangkit di Temanggung, Jawa Tengah, malah menyebar ke 19 kecamatan selama bulan ini.

Padahal pada Januari lalu sebaran DB hanya ada di empat kecamatan saja. Adapun korban meninggal akibat penyakit ini bertambah dari semula satu orang kini menjadi tiga orang.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung, Khabib Mualim, menerangkan, pada awal Januari hingga awal Februari sebaran kasus DB terjadi di 60 desa yang tersebar di empat kecamatan dengan angka kasus 160.

Namun sejak Februari hingga awal Maret ini angka kasus DB langsung melonjak menjadi 470 kasus dengan sebaran di 115 desa dalam 19 kecamatan.

"Yang nihil kasus DB hanya di sekitar wilayah Puskesmas Bansari di Kecamatan Bansari dan Puskesmas Banjarsari di Kecamatan Ngadirejo. Akan tetapi di wilayah Kecamatan Ngadirejo yang masuk puskesmas lain ada temuan DB, sehingga yang tidak ada kasus hanya di Bansari saja," kata Khabib, Selasa (10/3).

Adapun dari 470 kasus pada tiga bulan pertama ini, sebut Khabib, terdiri dari 161 Demam Berdarah Dengue (DBD), 202 kasus Demam Dengue (DD), dua kasus Sindrom Syok Dengue (DSS), dan DB yang diiringi kasus lainnya sebanyak 105.

Sedangkan dari tiga orang yang meninggal, satu orang dari Kecamatan Parakan pada Januari, lalu pada Februari ada dua orang meninggal
yakni dari daerah Manding di Kecamatan Temanggung dan satu orang dari Desa Pare di Kecamatan Kranggan.

"Namun untuk satu yang meninggal dari Pare itu diiringi penyakit penyerta lain yakni ada kelainan hati. Penderita lainnya hingga kini masih banyak yang dirawat di RS," kata Khabib.

Kendati angka kasus melonjak cukup tinggi, menurut Khabib, pihaknya tidak bisa menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebab untuk sebaran kasus selalu berpindah-pindah, sehingga tidak bisa memenuhi standar verifikasi yang ditetapkan Dinkes Provinsi untuk kasus DBD. Karena itu, statusnya di Kabupaten Temanggung masih kewaspadaan DB.

"Kalau untuk penyebabnya ada yang karena penularan setempat, tapi ada pula yang karena impor dari daerah lain," kata Khabib.

Terkait penanganan DB, lanjut Khabib, pihak Dinkes telah menggalakan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Hasilnya, kini angka bebas jentik di Kabupaten Temanggung sudah mencapai 96 persen. Upaya lainnya yakni dengan melakukan 12 kali fogging atau pengasapan pada lokasi-lokasi dengan temuan DB. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT