10 March 2020, 17:50 WIB

Peredaran Pupuk Palsu di Tasikmalaya Dikeluhkan Petani


Kristiadi | Nusantara

Sejumlah petani di beberapa wilayah di Kota Tasikmalaya mengeluhkan beredarnya pupuk palsu yang sudah membuat petani mengalami gagal panen. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya belum melakukan tindakan apapun terkait peredaran pupuk palsu tersebut.

Padahal pupuk palsu tersebut telah beredar luas di penjual pupuk di Kecamatan Mangkubumi dan Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Para penjual itu menjualnya dengan harga miring. Akibat memakai pupuk palsu, para petani mengalami kerugian cukup besar karena harus kembali menanam ulang.

Baca juga:  Polisi Bongkar Produsen Pupuk Palsu di Sidoarjo

Seorang petani Zenal, 52, warga Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya mengatakan beredarnya pupuk palsu dikeluhkan banyak petani.  

"Selama awal musim tanam di bulan Januari sampai pemupukan di dua minggu terakhir di bulan Februari tidak ada peningkatan. Kondisi bibit tetap utuh tetapi sebagian telah menguning lalu secara bertahap tanaman mati. Pembelian pupuk dilakukan petani secara kolektif.  Ketika kami cari penjualnya ternyata penjual sudah pindah ke daerah lainnya," kata Zenal, Selasa (10/3).

Petani lainnya, Mimih, 60, warga Kecamatan Mangkubumi juga menyampaikan hingga kini pemerintah daerah termasuk Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan belum melakukan tindakan terhadap pupuk palsu yang beredar di wilayahnya.

"Kami meminta agar dinas secara langsung memberikan penyuluhan karena selama ini, para petani tidak tahu mana yang palsu dan mana yang asli. Karena, jenis pupuk urea ada kesamaan dan langkah yang dilakukan sejak beberapa tahun belum ada langkah terutama berkaitan dengan pupuk maupun benih padi," paparnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT