10 March 2020, 17:49 WIB

Di Madura Harga Gula Pasir Tiga Kali Alami Kenaikan


Mohammad Ghazi | Nusantara

HARGA gula pasir di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sejak beberapa hari terakhir mengalami kenaikan. Sejumlah pedagang mengatakan kenaikan dipicu minimnya pasokan.

Di Pasar Lenteng, terjadi hingga tiga kali kenaikan harga gula sejak dua pekan terakhir. Pada akhir Januari lalu, harga komoditas tersebut masih Rp14.250 perkilogram naik menjadi Rp15.500 perkilogram. Pada pekan lalu, harganya kembali naik menjadi Rp17 ribu dan saat ini sudah mencapai Rp18 ribu perkilogram.

Hal yang sama juga terjadi di Pasar Saronggi, Kecamatan Saronggi serta Pasar Anom di Kecamatan Kota. Para pedagang mengatakan mereka terpaksa menaikkan harga jual akibat naiknya harga di distributor.

"Kami tidak mungkin tidak menaikkan harga jual kalau harga kulak sudah naik tajam," kata Lailiah, pedagang peracangan di Pasar Anom Sumenep, Selasa (10/3).

Baca Juga: Panen Raya, Harga Bawang Merah di Cirebon Anjlok

Baca Juga: Harga Bawang Bombay Melejit Bikin Ibu-ibu Menjerit

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Sumenep, Ardiansah, mengatakan kenaikan harga gula tersebut terjadi secara nasional akibat berkurangnya persediaan.  "Di beberapa daerah dari informasi yang kami terima, justeru mengalami kelangkaan," katanya.

Ardiansah menjelaskan, pemerintah sudah mengeluarkan ijin impor gula untuk menyetabilkan harga. Diperkirakan bukan depan harga barang tersebut akan kembali stabil.  "Bulan depan sekitar 400 ton gula impor akan masuk. Diharapkan kondisi harga akan kembali stabil," katanya. (OL-13)

BERITA TERKAIT