10 March 2020, 16:46 WIB

Januari-Maret 2020, DBD Sudah Renggut 100 Jiwa


Atalya Puspa | Humaniora

HINGGA 8 Maret 2020, Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 16.099 kasus DBD di 28 provinsi di Indonesia yang menewaskan 100 orang. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur masih menempati kasus tertinggi hingga saat ini.

"Kasus 2.711 dengan kematian 32 di NTT masih menempati kasus tertinggi. Khusus untuk Kabupaten Sikka, 14 kematian dengan 1.195 kasus sampai tanggal 8 Maret," kata Nadia kepada Media Indonesia, Selasa (10/3).

Baca juga: DBD di Kota Tasikmalaya Renggut Tiga Nyawa

Nadia menuturkan, tingginya kasus DBD di wilayah Sikka tersebut disebabkan oleh penanganan DBD di awal kemunculannya tidak dilakukan secara masif dan serentak.

"Tahun kemarin sudah 580 kasus, jadi Sikka memang sudah selalu tinggi. Nah, ini PSN 3 M plus belum menjadi budaya dan intervensi dari pemda juga kurang. Sehingga saat ada kasus, langsung menyebar dan tidak dapat dikendalikan," bebernya.

Saat ini, Kemenkes melakukan intervensi pengendalian KLB di Sikka dengan membuat posko KLB DBD bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

"Juga mengirimkan tenaga kesehatan dari TNI dan RS di sekitar Kabupaten Sikka," ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya KLB di wilayah lain, Kemenkes juga mendorong kegiatan preventif, yaitu upaya pemberantasan sarang nyamuk, baik di rumah, sekolah, dan tempat ibadah.

"Kita juga memastikan logistik tes DBD, abate, insektisida dan larvasida mencukupi. Selain itu, menyiagakan RS untuk antisipasi peningkatan kasus DBD dan memastikan cairan dan alat infus tersedia," ujarnya.

Terpisah, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta masyarakat untuk mewaspadai DBD dibanding terlampau ketakutan akan penyebaran virus novel korona (Covid-19). Pasalnya, dirinya menilai kasus DBD bahkan lebih banyak memakan korban jiwa dibanding Covid-19.

"Kita terlalu sibuk dengan Covid-19 padahal DBD lebih mematikan. Bayangkan, dalam hitungan bulan dan hari. Jadi tolong supaya saya lebih fokus sesuai arahan Presiden, saya melakukan untuk NTT ini. Daerah lain juga akan saya cek, jangan sampai angka kematian tinggi untuk DBD," ujarnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat agar melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk di wilayah tempat tinggal masing-masing, untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

"Ya, gerakan 3M itu dilakukan lah termasuk membersihkan lingkungan dsb. Jangan sampai ada air tergenang di sekitar rumah. Itu jadi hal yang baik untuk mencegah DBD," tandasnya.

Berdasarkan data Kemenkes, berikut sebaran kasus DBD di sejumlah provinsi di Indonesia:

Nusa Tenggara Timur: 2.711 kasus
Lampung: 1.837 kasus
Jawa Timur: 1.761 kasus
Jawa Barat: 1.420 kasus
Jambi: 703 kasus
Jawa Tengah: 648 kasus
Riau: 602 kasus
Sumatera Selatan: 593 kasus
Jakarta: 583 kasus
NTB: 558 kasus
Kalimantan Selatan: 436 kasus
Sulawesi Utara: 434 kasus
Kalimantan Barat: 413 kasus
Sumatera Barat: 406 kasus
Sumatera Utara: 399 kasus
Bangka Belutung: 379 kasus
Kalimantan Timur: 285 kasus
Kepulauan Riau: 273 kasus
DIY: 272 kasus
Kalimantan Tengah: 234 kasus
Bengkulu: 205 kasus
Sulawesi Utara: 188 kasus
Aceh: 179 kasus
Sulawesi Barat: 177 kasus
Banten: 128 kasus
Sulawesi Tenggara: 108 kasus
Sulawesi Selatan: 98 kasus
Maluku Utara: 91 kasus

(OL-6)

BERITA TERKAIT