10 March 2020, 15:38 WIB

Wapres Minta Pemda Tingkatkan Anggaran FKUB


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin menyebutkan pemerintah segera membentuk forum kerukunan umat beragama (FKUB) di level nasional. Wapres juga meminta anggaran untuk operasionalisasi FKUB ini, baik di level daerah maupun nasional ditingkatkan.

“Ada keinginan bahwa FKUB ini bersifat nasional. Kita pikirkan akan seperti apa. Saya ingin membicarakan dengan Presiden bagaimana membangun forum ini di tingkat nasional,” kata Wapres saat menerima Asosiasi FKUB di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (10/3).

Baca juga: Ini Alasan Data Contack Tracing Pasien Korona tak Dibuka

Ma'ruf menjelaskan, FKUB tingkat nasional memang dibutuhkan untuk memperkuat dan menangani persoalan kerukunan di tingkat nasional. 

"FKUB ini memang adanya di provinsi dan kabupaten/kota sehingga ketika ada masalah di tingkat nasional, (FKUB) itu tidak ada," ujarnya.

Karena itu, Ma'ruf berharap, asosiasi FKUB bisa memberikan konsep organisasi yang akan dibentuk di tingkat nasional tersebut. 

"Ini yang mungkin kita pikirkan seperti apa prosesnya kalau memang dibutuhkan, nanti rekomendasinya dari forum, seperti apa rumusannya yang nasional," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Ma’ruf meminta pemerintah daerah memberikan anggaran yang cukup untuk kegiatan FKUB agar dapat terus berjalan dengan baik. 

“Kerukunan beragama itu tidak mudah, tidak murah, mahal. Apalagi, kalau di daerah kepulauan, wah, itu mahal sekali," katanya.

Usai bertemu Wapres, Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menyebutkan pihaknya akan menggelar acara Pekan Kerukunan Internasional dan Konferensi Nasional FKUB se-Indonesia di Manado, Sulawesi Utara. Menurut rencana, acara tersebut dihadiri sekitar 5.000 peserta baik dari dalam maupun luar negeri. 

"Pak Wapres mengatakan negara ini bergantung pada kerukunan sampai kapan pun sehingga tidak bisa lengah selama NKRI ada. Semangat inilah yang akan membuat kami bekerja lebih baik untuk acara tersebut," kata dia.

Baca juga: Penambahan Hari Libur 2020 tak akan Ganggu Pelayanan Publik

Menurut Ida, acara tersebut bukan hanya bermanfaat bagi Indonesia sendiri namun juga bagi dunia dan menjadi panutan negara-negara lain di dunia. 

“Diharapkan bisa menyumbangkan secara signifikan, secara berarti kerukunan global," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT